Connect With Us

Pemilik Ruko di Kutabumi Tangerang Tolak Wacana Pembangunan Pusat Kuliner

Dimas Wisnu Saputra | Kamis, 29 Desember 2022 | 16:32

Rapat sejumlah pemilik ruko dengan ketua RW 09 terkait protes wacana pembangunan pusat kuliner di Perumahan Pondok Indah, Kelurahan Kutabumi, Kecamatan Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang, Kamis 29 Desember 2022. (@TangerangNews / Dimas Wisnu Saputra)

TANGERANGNEWS.com-Sejumlah pemilik ruko di RW 09, Perumahan Pondok Indah, Kelurahan Kutabumi, Kecamatan Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang, menolak keras wacana pembangunan pusat kuliner di wilayah tersebut.

Alasan penolakan itu, selain dikhawatirkan akan membuat usaha ruko sepi, juga dianggap melanggar Peraturan Daerah (Perda) Kabupaten Tangerang No 20/2004 tentang Ketentraman dan Ketertiban Umum.

Pasalnya, stand usaha pusat kuliner tersebut akan dibangun di atas lahan fasilitas sosial dan fasilitas umum (Fasos dan Fasum).

Salah satu pemilik ruko, JG, 52, menyebut wacana pembangunan pusat kuliner tersebut diumumkan langsung oleh ketua RW 09. Berdasarkan keterangan RW, kebijakan itu merupakan terusan dari Kelurahan dan Kecamatan setempat. 

Ia tidak setuju wacana tersebut karena nantinya pusat kuliner yang menampung pedagang kaki lima (PKL) akan merugikan para pemilik ruko.

"Dia (RW) berwacana berarti membenturkan kami dengan para PKL. Dia ini RW kami, kenapa dia seperti itu, berarti kan ada sesuatu menurut saya," katanya kepada Tangerangnews.com, Kamis 29 Desember 2022.

Ia menjelaskan, pihak RW mengatakan lahan itu merupakan ruang publik di mana harus digunakan sesuai dengan peruntukannya.

"Seperti saluran air ya sesuai peruntukannya. Akses keluar masuk ruko juga kan harus ada juga," sebutnya.

Pemilik ruko lainnya, HG, 60, menuturkan dirinya juga  merasa keberatan dengan wacana penataan tersebut. Menurutnya, wacana itu akan berdampak langsung ke tempat usaha miliknya.

Selain itu, disinyalir wacana tersebut merupakan kepentingan dari pengurus RW dan pemerintah setempat untuk mengeruk untung semata.

"Karena berkaca di RW lain yang melakukan penataan PKL, sudah ditata rapih malah kemudian semrawut lagi. Harusnya rencana dan wacana itu sendiri jangan sampai ada," katanya. 

Dikonfirmasi terpisah, Ketua RW 09 Aswandi J Pohan mengatakan wacana pusat kuliner tersebut tidak akan direalisasi dalam waktu dekat. Pihaknya, akan terlebih dahulu menghitung dampak sosial langsung dari wacana itu. 

"Cuma kalau konsepnya bisa saja kita lemparkan ke pihak Kelurahan kan," katanya.

Dirinya menegaskan bahwa pihaknya tidak melarang PKL untuk berjualan sepanjang tidak melanggar peraturan.

Selain itu, Aswandi mengaku akan mengundang pihak Kelurahan, Kecamatan dan para pedagang untuk duduk bersama mencari solusi terkait permasalah itu.

"Sehubungan dengan banyaknya keluhan pemilik ruko di wilayah kami, silahkan pihak Kelurahan datang," pungkasnya.

KOTA TANGERANG
Cari Informasi Keimigrasian Lebih Mudah, Warga Tangerang Bisa Akses Layanan SAPA Imigrasi

Cari Informasi Keimigrasian Lebih Mudah, Warga Tangerang Bisa Akses Layanan SAPA Imigrasi

Jumat, 30 Oktober 2026 | 19:28

Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Non TPI Tangerang terus memperkuat komitmennya dalam memberikan pelayanan publik yang profesional dan responsif.

BISNIS
Mau Jualan saat Ramadan 2027? Simak Perubahan Kebiasaan Belanja Konsumen Mulai dari 10 Hari Pertama Puasa

Mau Jualan saat Ramadan 2027? Simak Perubahan Kebiasaan Belanja Konsumen Mulai dari 10 Hari Pertama Puasa

Jumat, 30 Oktober 2026 | 18:30

Bulan suci Ramadan 2027 tinggal beberapa bulan lagi. Moment ini biasanya dimanfatkan banyak orang untuk berjualan mulai dari takjil, busana muslim dan beragam produk lainnya.

KAB. TANGERANG
Bapenda Tangerang Sebut Aturan LSD Berpotensi Kurangi Pendapatan Daerah dari Properti dan Investasi

Bapenda Tangerang Sebut Aturan LSD Berpotensi Kurangi Pendapatan Daerah dari Properti dan Investasi

Jumat, 30 Oktober 2026 | 19:14

Regulasi lahan sawah dilindungi (LSD) dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 4 Tahun 2026 berpotensi memengaruhi pendapatan asli daerah (PAD) Kabupaten Tangerang pada 2027 mendatang.

OPINI
Supervisi yang Membina, Bukan Sekadar Menilai

Supervisi yang Membina, Bukan Sekadar Menilai

Jumat, 30 Oktober 2026 | 18:29

Bagi sebagian guru, kata “supervisi” masih terdengar seperti jadwal ujian: tegang, penuh persiapan dadakan, lalu lega ketika selesai. Padahal supervisi dirancang untuk membantu guru bertumbuh. Jika hanya berhenti pada pengisian instrumen

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill