Serpong Jaya Luncurkan 3 Cluster Baru, Tawarkan Hunian Modern Mulai Rp700 Jutaan
Jumat, 8 Mei 2026 | 14:54
Kebutuhan hunian nyaman dan terintegrasi di kawasan penyangga Jakarta terus meningkat seiring perkembangan kehidupan urban.
TANGERANGNEWS.com-Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tangerang mengungkap kronologis tewasnya tiga warga akibat tersengat listrik saat banjir di Kampung Cirumpak, Desa Tanjung Burung, Kecamatan Teluknaga, Kabupaten Tangerang.
Kepala BPBD Kabupaten Tangerang Ujat Sudrajat menyebut korban diduga tersengat listrik saat merapihkan alat pompa air ketika banjir.
Banjir itu diakibatkan oleh hujan lebat yang terjadi sejak Kamis 2 Maret 2023, pukul 01.00 hingga 10.00 WIB.
"Ketiga korban sedang merapihkan alat pompa air seketika itu pula mereka tersengat listrik," katanya.
Ujat mengatakan, ketiga korban meninggal di lokasi kejadian dan kini telah dimakamkan di tempat pemakaman umum.
"Tidak tertolong jiwanya dan meninggal di tempat. Saat ini sudah dimakamkan," pungkasnya.
Sebelumnya, diberitakan banjir di wilayah Kabupaten Tangerang memakan korban. Sebanyak tiga orang di Kampung Cirumpak, Desa Tanjung Burung, Teluknaga, Kabupaten Tangerang meninggal dunia.
Ketiganya meninggal karena tersengat listrik pada Kamis 2 Maret 2023.
Dalam video berdurasi 20 detik yang diterima Tangerangnews.com, terlihat puluhan orang sedang membawa jenazah di tengah banjir. Terdengar suara seorang pria mengatakan bahwa korban meninggal usai tersetrum listrik.
Kebutuhan hunian nyaman dan terintegrasi di kawasan penyangga Jakarta terus meningkat seiring perkembangan kehidupan urban.
TODAY TAGSetelah sempat menghilang dari sejumlah SPBU, bahan bakar diesel milik Shell Indonesia akhirnya mulai kembali tersedia di beberapa wilayah.
Dunia ikan hias Indonesia kembali bergeliat dengan hadirnya Elite Goldfish Championship (EGC) 2026 yang berlangsung pada 7–10 Mei 2026 di Pacific Garden Alam Sutera, Tangerang.
Sejarah dari seluruh masyarakat yang ada hingga sekarang adalah sejarah perjuangan kelas." Kalimat pembuka Karl Marx dalam Manifesto Komunis (1848) ini sering kali dianggap sebagai peninggalan masa lalu yang tak lagi relevan.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews