Banjir di 2 Desa Mekar Baru Lumpuhkan Aktivitas 2.029 Warga
Rabu, 4 Februari 2026 | 22:39
Banjir menerjang dua desa di Kecamatan Mekar Baru, Kabupaten Tangerang pada Rabu 4 Februari 2026. Akibatnya, aktivitas 2.029 warga yang terdampak lumpuh total.
TANGERANGNEWS.com-Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tangerang mengungkap kronologis tewasnya tiga warga akibat tersengat listrik saat banjir di Kampung Cirumpak, Desa Tanjung Burung, Kecamatan Teluknaga, Kabupaten Tangerang.
Kepala BPBD Kabupaten Tangerang Ujat Sudrajat menyebut korban diduga tersengat listrik saat merapihkan alat pompa air ketika banjir.
Banjir itu diakibatkan oleh hujan lebat yang terjadi sejak Kamis 2 Maret 2023, pukul 01.00 hingga 10.00 WIB.
"Ketiga korban sedang merapihkan alat pompa air seketika itu pula mereka tersengat listrik," katanya.
Ujat mengatakan, ketiga korban meninggal di lokasi kejadian dan kini telah dimakamkan di tempat pemakaman umum.
"Tidak tertolong jiwanya dan meninggal di tempat. Saat ini sudah dimakamkan," pungkasnya.
Sebelumnya, diberitakan banjir di wilayah Kabupaten Tangerang memakan korban. Sebanyak tiga orang di Kampung Cirumpak, Desa Tanjung Burung, Teluknaga, Kabupaten Tangerang meninggal dunia.
Ketiganya meninggal karena tersengat listrik pada Kamis 2 Maret 2023.
Dalam video berdurasi 20 detik yang diterima Tangerangnews.com, terlihat puluhan orang sedang membawa jenazah di tengah banjir. Terdengar suara seorang pria mengatakan bahwa korban meninggal usai tersetrum listrik.
Banjir menerjang dua desa di Kecamatan Mekar Baru, Kabupaten Tangerang pada Rabu 4 Februari 2026. Akibatnya, aktivitas 2.029 warga yang terdampak lumpuh total.
TODAY TAGRute baru Transjabodetabek yang menghubungkan Terminal Blok M-Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta) bakal resmi beroperasi pekan depan.
Di tahun 2026, sistem kerja perusahaan semakin dinamis. Banyak bisnis sudah menerapkan hybrid working, multi-shift, hingga operasional lintas lokasi. Karena itu, absensi manual seperti tanda tangan atau spreadsheet sudah tidak lagi relevan.
Di Kabupaten Tangerang, lubang jalan bukan lagi anomali. Ia telah menjadi pola. Ia hadir bukan sebagai kecelakaan kebijakan, melainkan sebagai hasil dari pembiaran yang sistematis.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews