Petugas BPBD Kota Tangerang Dibekali Motor untuk Respon Cepat dan Jangkau Gang Sempit
Selasa, 4 Agustus 2026 | 16:44
Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang mengambil langkah taktis dalam memperkuat sistem ketahanan dan mitigasi bencana di wilayahnya.
TANGERANGNEWS.com-Seorang pemotor tewas setelah menabrak mini bus di Jalan M Atik Soeardia, kawasan Pusat Pemerintahan Kabupaten (Puspemkab) Tangerang, pada Kamis 6 April 2023, malam.
Warga setempat, Kristian mengatakan peristiwa tersebut terjadi pukul 22.45 WIB. Pemotor berjenis kelamin laki-laki itu mengendarai motor Yamaha Vixion melaju dengan kecepatan tinggi.
Saat di tikungan, pemotor tersebut diduga tidak melihat mini bus melintas hingga akhirnya tabrakan pun tak terhindari.
"Korban ngebut, akhirnya dia nabrak mobil. Lokasi di samping Kantor Satpol PP Kabupaten Tangerang," kata Kristian kepada Tangerangnews.
Tabrakan itu membuat korban luka berat hingga bersimbah darah dan sepeda motornya rusak parah.
Kristian mengatakan jika melintas di lokasi harus waspada lantaran kondisi jalan yang tidak dapat diprediksi.
"Lokasinya emang suka bikin kagok. Suka tiba-tiba ada yang nyebrang dari samping atau yang puter balik dari arah alun-alun," katanya.
Kristian menyebut tidak mengetahui identitas pemotor, begitu pun dengan plat nomornya karena hasil modifikasi.
"Motor modifan, plat mobilnya juga enggak terlihat soalnya ketutupan," pungkasnya.
Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang mengambil langkah taktis dalam memperkuat sistem ketahanan dan mitigasi bencana di wilayahnya.
TODAY TAGAjang kompetisi sepak bola usia dini bertajuk Rajawali Junior League (RJL) 2026 siap digulirkan oleh RTV pada 29–30 Agustus 2026 di Sport Center Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang.
Kasus megakorupsi yang merugikan negara terus terjadi, seolah tidak memiliki solusi yang pas, walaupun telah dibentuk lembaga untuk memberantas kasus korupsi ini, yaitu KPK. Namun kasus korupsi terus berulang dengan nilai yang sangat fantastis.
Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews