Connect With Us

Ada 248 Ribu Pekerja Rentan di Kabupaten Tangerang

Dimas Wisnu Saputra | Selasa, 20 Juni 2023 | 19:29

Direktur Kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan Zainudin. (@TangerangNews / Dimas Wisnu Saputra)

TANGERANGNEWS.com-Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan mencatat pekerja rentan di Kabupaten Tangerang ada sebanyak 248.000 jiwa.

"Kalau pekerja miskin itu untuk makan sehari-hari saja tidak cukup, itu namanya pekerja rentan. Pemerintah ada 10 desil (kelompok rumah tangga miskin), letaknya itu 1 sampai 4 desil (kategori sangat miskin). Nah di Tangerang ada 248 ribu orang," ucap Direktur Kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan Zainudin di Kabupaten Tangerang, Selasa, 20 Juni 2023.

Zainudin mengatakan, untuk pekerja rentan yang telah terdaftar peserta BPJS Ketenagakerjaan, dikenakan membayar iuran sebesar Rp16.800 per bulannya. 

Manfaatnya bisa mengcover kecelakaan kerja, kematian hingga beasiswa untuk keturunannya.

"Kalau bayar iurannya rajin, itu anaknya dapat beasiswa sebenernya. Mendapat beasiswa hingga lulus sarjana," ujarnya.

Sementara di Kabupaten Tangerang, BPJS Ketenagakerjaan paling dominan mengcover kasus kematian saat kerja.

"Untuk di sini, kematian itu ada 25 kasus," pungkas Zainudin.

TEKNO
Aplikasi Bantu Cari Jadi Solusi Digital Lacak Barang hingga Orang Hilang

Aplikasi Bantu Cari Jadi Solusi Digital Lacak Barang hingga Orang Hilang

Jumat, 9 Januari 2026 | 15:33

Kehilangan barang, hewan peliharaan, hingga anggota keluarga kini tak lagi harus dihadapi sendirian.

BANDARA
Pasutri WN Pakistan Nekat Telan 159 Kapsul Sabu untuk Diselundupkan Lewat Bandara Soetta

Pasutri WN Pakistan Nekat Telan 159 Kapsul Sabu untuk Diselundupkan Lewat Bandara Soetta

Jumat, 9 Januari 2026 | 19:38

Sinergi antara Bea Cukai dan Subdit IV Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Mabes Polri berhasil menggagalkan upaya penyelundupan narkotika jaringan internasional.

MANCANEGARA
WEF Proyeksikan Badai PHK Berlanjut hingga 2030, Penyebabnya Gegara AI 

WEF Proyeksikan Badai PHK Berlanjut hingga 2030, Penyebabnya Gegara AI 

Kamis, 8 Januari 2026 | 13:17

Pergantian tahun belum membawa angin segar bagi pasar tenaga kerja global. Ancaman pemutusan hubungan kerja diperkirakan masih akan membayangi hingga beberapa tahun ke depan, bahkan berpotensi berlangsung sampai 2030.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill