Menakar Tuan Baru Mesin Birokrasi
Jumat, 18 September 2026 | 20:40
Pergantian pimpinan di kementerian keuangan selalu menjadi diskursus publik yang sangat didominasi oleh analisis terkait stabilitas ekonomi makro dan fluktuasi pasar modal.
TANGERANGNEWS.com-Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Kabupaten Tangerang sempat mempertanyakan adanya dugaan keterlibatan Perumda Pasar Niaga Kerta Raharja (NKR) dalam penyerangan pedangan Pasar Kutabumi, Kecamatan Pasar Kemis.
Namun pihak Perumda Pasar bungkam tanpa menjawab klarifikasi saat Rembuk Guyub di Mako Polresta Tangerang, pada Jumat 6 Oktober 2023, kemarin.
"Pihak perumda hanya memaparkan regulasi, serta sekedar melayangkan kata maaf atas tindak pidana yang telah terjadi," kata Teguh Maulana, Sekjen DPC GMNI Kabupaten Tangerang, Minggu 8 Oktober 2023.
Teguh menyayangkan pihak Perumda NKR yang bungkam tersebut. Sedangkan yang pihaknya minta adalah klarifikasi berdasarkan temuan-temuan di lapangan tentang dugaan keterlibatan Perumda yang membayar preman.
Termasuk beberapa oknum kelompok ormas yang melakukan tindakan represif yang berujung pidana itu.
"Yang kami pertanyakan di sini, kata maaf merujuk kemana? Apakah sebatas itikad untuk menenangkan pedagang dan para korban, atau pengakuan suatu kesalahan?" tanya Teguh.
Dalam hal ini, GMNI mendesak Pemerintah Kabupaten Tangerang bertanggung jawab serta mengklarifikasi persoalan di Pasar Kutabumi, agar persoalan ini dapat terungkap.
"Keharusan pemerintah untuk bertanggungjawab serta mengklarifikasi," tandas Teguh.
Pergantian pimpinan di kementerian keuangan selalu menjadi diskursus publik yang sangat didominasi oleh analisis terkait stabilitas ekonomi makro dan fluktuasi pasar modal.
TODAY TAGBadan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tangerang mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana gempa bumi, khususnya ancaman gempa dahsyat dari zona Megathrust.
Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews