Serpong Jaya Luncurkan 3 Cluster Baru, Tawarkan Hunian Modern Mulai Rp700 Jutaan
Jumat, 8 Mei 2026 | 14:54
Kebutuhan hunian nyaman dan terintegrasi di kawasan penyangga Jakarta terus meningkat seiring perkembangan kehidupan urban.
TANGERANGNEWS.com- Sebanyak 40 warga dari sembilan kepala keluarga (KK) di Kampung Bugel Lebak, RT/RW 01/03, Kelurahan Kadu Agung, Kecamatan Tigaraksa, Kabupaten Tangerang, menjadi korban longsor pada Minggu, 04 Desember 2023, lalu.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tangerang Ujat Sudrajat mengatakan, bencana longsor tersebut terjadi akibat tingginya intensita hujan ditambah dengan adanya royek pembangunan kawasan industri yang dikelola pihak Millenium.
"Longsor itu terjadi akibat hujan deras yang cukup lama dan pembangunan kawasan Millenium mengakibatkan terjadinya bencana alam," kata Ujat dalam keterangannya, Selasa, 05 Desember 2023.
Dia menyatakan, pihak BPBD Kabupaten Tangerang telah melakukan evakuasi dan mendata para korban untuk kemudian diberi bantuan kebutuhan. Berdasarkan catatan, 10 unit rumah terdampak longsor mengalami kerusakan cukup parah.
"Dari jumlah itu tidak ada korban jiwa, baik meninggal maupun luka," tambahnya.
Ujat mengimbau agar masyarakat waspada terhadap segala kemungkinan yang terjadi. Sebab, saat ini wilaah Tangerang dai sekitarnya tengah dilanda potensi cuaca ekstrem berupa intensitas hujan cukup tinggi.
"Waspada adanya potensi bencana. Dimana saat ini cuaca ekstrem terus menerjang di Tangerang," pungkasnya.
Kebutuhan hunian nyaman dan terintegrasi di kawasan penyangga Jakarta terus meningkat seiring perkembangan kehidupan urban.
TODAY TAGWarga Tangerang kini punya pilihan baru untuk menghabiskan akhir pekan. Petals Urban Market di kawasan Paramount Petals menjadi salah satu destinasi favorit warga untuk jogging pagi sekaligus menikmati beragam hiburan dan kuliner keluarga.
Seleksi calon pegawai Koperasi Desa Merah Putih (KDKMP) dan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) menemui sejumlah kendala di lapangan.
Sejarah dari seluruh masyarakat yang ada hingga sekarang adalah sejarah perjuangan kelas." Kalimat pembuka Karl Marx dalam Manifesto Komunis (1848) ini sering kali dianggap sebagai peninggalan masa lalu yang tak lagi relevan.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews