Ada 1.362 Kasus Gigitan Hewan Penular Rabies di Banten Sepanjang 2025
Senin, 12 Januari 2026 | 09:37
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten kembali mencatat laporan 1.362 kasus gigitan Hewan Penular Rabies (HPR) sepanjang tahun 2025.
TANGERANGNEWS.com-Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) mencatat 12 titik lokasi banjir, genangan, dan longsor terjadi di sejumlah kawasan pemukiman dan ruas jalan protokol di Tangsel, Jumat, 23 September 2022 malam.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Tangsel, M. Faridzal Gumai mengatakan, peristiwa tersebut disebabkan adanya intensitas hujan tinggi di Tangsel.
"Titik banjir dan genangan ada 12 titik di kawasan perumahan dan ruas-ruas jalan termasuk tol Kunciran-BSD," jelasnya.
Untuk titik longsor di Tangsel, kata Gumai, terdata di perumahan Amarapura, Kelurahan Kademangan. Dengan kerusakan pada bagian dinding turap yang tergerus tanah longsor.
"Sementara titik banjir merata di seluruh wilayah kecamatan, di Pondok Aren, Setu, Serpong, Ciputat, Pamulang dan Kecamatan Serpong Utara" katanya.
Untuk titik banjir dan genangan yang terjadi sejak sore hingga malam ini, beberapa lokasi mulai menunjukkan surutnya ketinggian air.
"Yang masih tinggi di Perumahan Pamulang Asri dan Pondok Maharta, dengan ketinggian air masih diatas 50 cm," jelasnya.
Sementara, berdasarkan cuitan akun Twitter resmi pengelola tol Bintaro-Serpong PT BSD, menyebutkan, ruas jalan tol menuju Bintaro dan dari arah Jakarta dan sebaliknya belum juga bisa dilalui kendaraan.
"Info terkini pukul 22.22 WIB lalin ruas tol Pondok Aren -Serpong terjadi genangan di KM08 untuk kedua arah belum bisa dilalui, agar gunakan jalur alternatif lain," tulis akun Twitter @infotolbsd.
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten kembali mencatat laporan 1.362 kasus gigitan Hewan Penular Rabies (HPR) sepanjang tahun 2025.
TODAY TAGTes Kemampuan Akademik atau TKA kembali akan dilaksanakan pada 2026 untuk jenjang SD dan SMP. Pelaksanaan asesmen ini dijadwalkan berlangsung pada April 2026 dan dapat diikuti peserta didik dari jalur pendidikan formal, nonformal, maupun informal.
Musisi asal Gunung Kawi, Matoha Mino, merilis lagu berjudul Gunung Kawi sebagai bentuk respons terhadap persepsi yang menurutnya keliru dan telah lama berkembang di masyarakat terkait stigma tentang Gunung Kawi
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews