KH Ahmad Fudholi Meninggal Dunia Usai Jalani Perawatan Akibat Kecelakaan
Senin, 7 September 2026 | 15:29
Ulama kondang asal Kabupaten Tangerang KH. Ahmad Fudholi meninggal dunia setelah menjalani perawatan pascakecelakaan di Tol Tangerang-Merak.
TANGERANGNEWS.com-Pasca banjir melanda sejumlah titik wilayah Kota Tangerang, Wali Kota Arief R Wismansyah menginstruksikan seluruh organisasi perangkat daerah (OPD), untuk terlibat dalam penanganan dan antisipasi.
"Setelah kemarau basah, informasinya musim penghujan datang lebih awal, untuk BPBD, Satpol PP, DLH, PUPR, Dinsos, dan lainnya yang terkait banjir agar siap siaga lakukan langkah antisipasi pencegahan banjir," ujarnya saat apel pagi di Pusat Pemerintahan Kota Tangerang, Senin 12 September 2022.
Menurutnya, penanganan dan pengendalian banjir bukan hanya urusan dinas teknis, karena itu seluruh OPD di lingkungan Pemerintah Kota Tangerang harus terlibat.
Pastinya masyarakat ingin lingkungannya bebas banjir. Pemerintah merupakan satu - satunya harapan mereka dalam menanggulanginya.
"Dinas lainnya juga agar terlibat, contoh Dinas Pendidikan sosialisasikan kepada warga sekolah bagaimana anak - anak tidak buang sampah sembarangan, ajarkan membuat biopori di rumahnya masing - masing," tambah Arief.
Ia juga menegaskan permasalahan banjir ini agar segera diatasi secara tuntas, tidak hanya berkoordinasi tapi tentukan langkah konkret.
"Itu yang ditunggu oleh masyarakat, berikan solusi agar satu persatu permasalahan ini bisa terselesaikan bersama - sama untuk kemajuan Kota Tangerang," tegasnya.
Ulama kondang asal Kabupaten Tangerang KH. Ahmad Fudholi meninggal dunia setelah menjalani perawatan pascakecelakaan di Tol Tangerang-Merak.
TODAY TAGARYADUTA Lippo Village, Tangerang, menghadirkan perayaan Halloween bertajuk MIDNIGHT SPELL: A Night of Music, Magic & Mystery pada Sabtu, 31 Oktober 2026.
Bagi sebagian guru, kata “supervisi” masih terdengar seperti jadwal ujian: tegang, penuh persiapan dadakan, lalu lega ketika selesai. Padahal supervisi dirancang untuk membantu guru bertumbuh. Jika hanya berhenti pada pengisian instrumen
Polda Metro Jaya akan menyelidiki viralnya video teh kemasan berbusa yang beredar di media sosial setelah aksi penyampaian aspirasi pada 28 Oktober 2026.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews