Meritokrasi Tanpa Jiwa
Senin, 17 Agustus 2026 | 19:33
Peringatan kemerdekaan republik ini sejatinya memanggil kembali janji emansipasi yang paling mendasar, yakni pembebasan nalar manusia dari segala bentuk perhambaan feodal.
TANGERANGNEWS.com– Kebakaran terjadi di lapak limbah plastik dan busa yang berlokasi di Desa Tapos, Kecamatan Tigaraksa, Kabupaten Tangerang, pada Minggu, 11 Agustus 2024.
Berdasarkan laporan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tangerang, diduga kebakaran bermula dari adanya pembakaran sampah yang tidak terkendali.
Api dengan cepat menjalar ke tumpukan limbah plastik dan busa, dipicu oleh tiupan angin kencang di lokasi.
Warga sekitar yang melihat api mulai membesar di lokasi tersebut kemudian melapor kepada petugas pada pukul 10:29 WIB.
Penanganan kebakaran dilakukan oleh tim pemadam kebakaran dari Pos Tigaraksa yang tiba di lokasi pada pukul 10:37 WIB.
Proses pemadaman berlangsung hingga pukul 14:15 WIB lantaran petugas di lapangan sempat menghadapi kendala sumber air yang terbatas, serta akses jalan yang sempit.
Adapun penanganan melibatkan dua unit pemadam kebakaran dari Pos Tigaraksa dan satu unit tambahan dari Pos Cisoka dengan total tujuh personel dari kedua pos tersebut.
Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun kerugian material ditaksir mencapai sekitar Rp 20 juta.
Peringatan kemerdekaan republik ini sejatinya memanggil kembali janji emansipasi yang paling mendasar, yakni pembebasan nalar manusia dari segala bentuk perhambaan feodal.
TODAY TAGKebiasaan menggunakan perangkat digital telah menjadi bagian dari aktivitas sehari-hari. Mulai dari mengecek ponsel setelah bangun tidur, bekerja di depan komputer, hingga menghabiskan waktu dengan media sosial atau menonton tayangan melalui layar.
Polresta Tangerang memperketat pengamanan di sejumlah titik perbatasan wilayah hukumnya, guna mengantisipasi dampak aksi unjuk rasa di DPR RI, Jakarta, pada Kamis 27 Agustus 2026 malam.
Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews