Connect With Us

Hujan dan Pergeseran Tanah Jadi Penyebab Longsor Sedalam 7 Meter di Pagedangan Tangerang

Rangga Agung Zuliansyah | Rabu, 6 November 2024 | 16:00

Pengamanan lokasi sekitar tanah longsor di Pagedangan, Kabupaten Tangerang, Rabu 6 November 2024. (@TangerangNews / Yanto)

TANGERANGNEWS.com-Akses jalan di Desa Karang Tengah, Kecamatan Pagedangan, Kabupaten Tangerang menuju Parung Panjang, Bogor, akibat tanah longsor, Selasa 5 November 2024.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tangerang Ujat Sudrajat mengatakan kejadian tersebut disebakan pergeseran tanah setelah hujan lebat mengguyur wilayah Kabupaten Tangerang sejak sore hari.

"Hujan deras dengan intensitas tinggi yang menyebabkan air sungai mengikis pinggiran pembatas dan mengakibatkan jalanan amblas (longsor)," katanya.

Dalam peristiwa itu, tidak ada korban jiwa atau luka lantaran kondisi jalanan tengah lengang. Kerusakan berupa jalan amblas mencapai kedalaman hingga 7 meter.

"Tidak ada korban jiwa atau luka, karena kondisi jalanan sedang lengang. Hanya saja, akses jalan warga yang ada di Desa Karang Tengah ini terganggu," ujarnya.

Sebagai penanganan, petugas menerjunkan enam unsur terkait, yakni BPBD Kabupaten Tangerang, Polsek Pagedangan, Koramil Legok, Kecamatan Pagedangan, Desa Karang Tengah dan Tagana, untuk melakukan proses penutupan akses.

"Sementara tidak bisa dilalui, karena posisi amblas ini, kami juga melakukan asessment terkait tanah longsor untuk penanganan sedang di kordinasikan lintas sektor. Masyarakat bisa menggunakan jalan lain untuk menuju atau akses ke Parung Panjang," ungkapnya.

Sutiyono, Ketua Tim Geofisika BMKG Wilayah II Tangsel menjelaskan usai longsor, BMKG mengeluarkan peringatan per tiga jam, agar masyarakat lebih hati-hati dalam melakukan aktivitas di luar ruangan.

Peringatan cuaca pun tetap berlanjut hingga hari ini dan beberapa hari ke depan. Sehingga, para pekerja perbaikan jalan bisa lebih waspada bila ingin beraktifitas di sekitar jalan amblas ataupun hendak memperbaiki jalan tersebut.

“Hari ini diperkirakan hujan disertai petir, besok juga begitu, baru mereda di lusa. Jadi saya sudah sampaikan ke pengembang, agar pekerja lebih berhati-hati, jangan mendekati tanah retak, kalau diinjak dua tiga orang bisa ambrol,” ujarnya.

Sutoyono mengatakan sebelum terjadinya longsor, hujan sudah deras sudah mengguyur wilayah tersebut sejak 3 November 2024, dengan kecepatannya 47,2 mm per hari.

"Kemudian berlanjut di tanggal 4 November, dan pada tanggal 5 ini, curah hujannya cukup besar, dimulai dari 66,68 mm per hari, lalu di jam 15.30 sampai 16.30 semakin tinggi yakni 55,8 mm/jam,” ungkapnya.

Selain itu, terdapat penampungan air di sekitar lokasi, namun salurannya kecil. Di samping jalan pun langsung tebing, dimana di bawahnya langsung mengalir sungai.

"Jadi ditambah curah hujan tinggi, inilah yang menambah penyebab terjadinya longsor dan jalan amblas sedalam kurang lebih 5 meter," katanya.

AYO! TANGERANG CERDAS
Pemprov Banten Prioritaskan Jurusan Berbasis AI dan Industri di SMK

Pemprov Banten Prioritaskan Jurusan Berbasis AI dan Industri di SMK

Rabu, 15 Juli 2026 | 19:47

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten menyiapkan evaluasi sejumlah program keahlian di sekolah menengah kejuruan (SMK) untuk menyesuaikan kebutuhan dunia kerja dan perkembangan teknologi.

MANCANEGARA
Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Selasa, 14 Juli 2026 | 13:48

Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut

TEKNO
Yuk Ikut Kompetisi Video Kreatif Telkomsel, Boleh Pakai AI dan Berhadiah Gadget 5G

Yuk Ikut Kompetisi Video Kreatif Telkomsel, Boleh Pakai AI dan Berhadiah Gadget 5G

Senin, 13 Juli 2026 | 21:25

Telkomsel Jabotabek menggelar Telkomsel 5G Video Competition, sebuah ajang kreatif bagi masyarakat umum, pelajar, hingga mahasiswa untuk mengekspresikan perspektif mereka melalui karya video inspiratif.

KAB. TANGERANG
Percakapan Terakhir Ojol Korban Begal dengan Istri: Insyaallah Hari Ini Ayah Bawa Beras

Percakapan Terakhir Ojol Korban Begal dengan Istri: Insyaallah Hari Ini Ayah Bawa Beras

Jumat, 17 Juli 2026 | 19:21

Suasana duka masih menyelimuti kediaman ATP, seorang pengemudi ojek online (ojol) yang tewas dibegal saat tengah beristirahat di kawasan Perumahan Villa Taman Bandara, Kelurahan Dadap, Kecamatan Kosambi, Kabupaten Tangerang.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill