Connect With Us

Cegah Keracunan MBG, Jarak SPPG ke Sekolah di Kabupaten Tangerang Dibatasi 5 KM

Muhamad Yusri Hidayat | Minggu, 12 Oktober 2025 | 19:37

Kepala Dinkes Kabupaten Tangerang dr. Hendra Tarmizi (@TangerangNews / Redaksi)

TANGERANGNEWS-Rentetan kasus keracunan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di berbagai daerah memicu gerak cepat Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Tangerang.

Demi menjamin keselamatan penerima manfaat, Dinkes kini menerapkan standarisasi keamanan pangan berlapis yang super ketat.

Kepala Dinkes Kabupaten Tangerang dr. Hendra Tarmizi menjelaskan bahwa protokol ini mencakup seluruh alur, mulai dari pemilihan bahan baku hingga makanan siap dikonsumsi.

 

Strategi First In First Out

dr. Hendra membeberkan detail prosedur yang wajib diikuti oleh setiap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG)

Dalam pemilihan dan penyimpanan, SPPG wajib memastikan kualitas bahan pangan, memperhatikan suhu penyimpanan, dan menerapkan sistem First In First Out (FIFO), agar bahan baku lama tidak terbuang atau kadaluarsa.

"Makanan yang tahan lama, seperti gorengan kering, harus dimasak lebih dulu. Sementara itu, makanan yang paling mudah basi, seperti kaldu atau masakan berkuah, wajib dimasak pada bagian akhir," jelasnya, dikutip Minggu 12 Oktober 2025.

Setelah matang, dr. Hendra menekankan bahwa setiap menu harus ditempatkan pada wadah yang terpisah. "Makanan berkuah dipisah antara lauk dengan saus," imbuhnya, untuk menjaga kualitas hingga sampai ke penerima.

 

Aturan Ketat Pengiriman: Maksimal 4 Jam dan Jarak 5 KM

Protokol ketat juga berlaku pada tahap distribusi. Ini adalah kunci krusial untuk mencegah makanan basi atau terkontaminasi.

"Jarak antara dapur SPPG dan sekolah dibatasi maksimal sejauh lima kilometer. Untuk Waktu tunggu makanan dari saat selesai masak hingga dikonsumsi tidak boleh melebihi empat jam," tegas dr. Hendra.

Kemudian, kendaraan pengangkut makanan harus diperhatikan keamanannya dan dilarang digunakan untuk pemakaian lain.

"Pada saat penyajian, makanan itu juga harus diuji organoleptic pengujian rasa, aroma, dan tekstur) pada makanan siap santap," jelasnya.

 

Wadah Wajib Steril dan Percepatan Sertifikasi SLHS

Selain itu, kebersihan wadah bekas pakai pun menjadi perhatian serius. Petugas dapur diwajibkan memastikan wadah (ompreng) makanan dalam kondisi benar-benar bersih sebelum digunakan kembali untuk produksi selanjutnya.

Untuk menjamin ketaatan dan kualitas jangka panjang, Dinkes Tangerang juga mendesak para penyedia MBG untuk segera mengurus Sertifikat Laik Higiene dan Sanitasi (SLHS).

"Kita juga bikin forum koordinasi dengan seluruh SPPG. Jadi mereka nanti akan gampang berkoordinasi untuk mempercepat penerbitan sertifikat SLHS ini," tutup dr. Hendra.

Melalui penerapan alur berlapis ini, Pemkab Tangerang bertekad memastikan program makan bergizi gratis berjalan lancar, aman, dan bebas dari risiko keracunan.

PROPERTI
Ini Alasan Gading Serpong Berkembang Pesat Jadi Pusat Bisnis Baru di Tangerang Raya

Ini Alasan Gading Serpong Berkembang Pesat Jadi Pusat Bisnis Baru di Tangerang Raya

Jumat, 9 Januari 2026 | 18:47

Kawasan Paramount Gading Serpong tidak hanya dikembangkan sebagai kawasan hunian, wilayah ini dirancang dengan konsep terpadu yang mencakup area komersial, fasilitas pendidikan, layanan kesehatan, hingga ruang publik penunjang aktivitas masyarakat.

BANTEN
Pemprov Banten Mulai Bangun 2 Sekolah Rakyat, Ditarget Selesai Agustus 2026

Pemprov Banten Mulai Bangun 2 Sekolah Rakyat, Ditarget Selesai Agustus 2026

Senin, 12 Januari 2026 | 21:50

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten resmi memulai pembangunan dua Sekolah Rakyat di Lebak dan Pandeglang. Proyek ini direncanakan berjalan cepat dan ditargetkan selesai pada Agustus 2026.

BISNIS
Beli Motor Honda di Tangerang Dapat Diskon Promo Tahun Baru Sampai Rp2 Juta, Ini Rinciannya

Beli Motor Honda di Tangerang Dapat Diskon Promo Tahun Baru Sampai Rp2 Juta, Ini Rinciannya

Jumat, 9 Januari 2026 | 20:41

Promo spesial berupa potongan harga sampai Rp2 juta ini berlaku hingga akhir Januari untuk membantu konsumen memiliki motor impian dengan lebih mudah dan hemat.

HIBURAN
Penggagas Soundtrack KKN di Desa Penari Ciptakan Lagu Tepis Stereotip Horor Gunung Kawi

Penggagas Soundtrack KKN di Desa Penari Ciptakan Lagu Tepis Stereotip Horor Gunung Kawi

Jumat, 9 Januari 2026 | 13:50

Musisi asal Gunung Kawi, Matoha Mino, merilis lagu berjudul Gunung Kawi sebagai bentuk respons terhadap persepsi yang menurutnya keliru dan telah lama berkembang di masyarakat terkait stigma tentang Gunung Kawi

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill