Connect With Us

Kirim Paket Sabu Pakai Jasa Ojol, Pria di Rajeg Diciduk Polisi Usai Dilaporkan Driver

Rangga Agung Zuliansyah | Rabu, 21 Januari 2026 | 17:44

Ilustrasi pengedar sabu modus pengiriman pakai jasa gojek ditangkap aparat Polsek Sepatan, Kabupaten Tangerang. (Gemini AI / Rangga Agung Zuliansyah)

TANGERANGNEWS.com-Modus pengiriman narkoba menggunakan jasa transportasi online kembali digagalkan aparat kepolisian.

Seorang pria berinisial GS, 31, warga Desa Tanjakan, Kecamatan Rajeg, Kabupaten Tangerang, tak berkutik saat diringkus Unit Reskrim Polsek Sepatan, pada Selasa 20 Januari 2026, malam.

Penangkapan ini bermula dari kecurigaan seorang pengemudi ojek online (ojol) terhadap paket yang minta diantar oleh pelaku. Berkat laporan cepat sang pengemudi, polisi berhasil mengamankan barang bukti sabu senilai belasan juta rupiah tersebt.

Kapolres Metro Tangerang Kota, Kombes Pol. Dr. Raden Muhammad Jauhari menjelaskan awalnya GS diketahui berniat mengirimkan paket berisi sabu ke wilayah Cilincing, Jakarta Utara. Namun, pengiriman dibatalkan dan paket dikembalikan ke pemilik.

Pengemudi ojol yang merasa curiga dengan isi paket tersebut langsung melaporkannya ke pihak berwajib.

"Karena pengiriman batal, paket dikembalikan ke alamat asal di Kampung Tanjakan, Rajeg. Petugas yang sudah melakukan pembuntutan langsung menyergap GS saat ia menerima kembali paket tersebut," katanya, Rabu 21 Januari 2026.

Dari tangan GS, polisi menyita dua paket sabu dengan berat bruto total 9,51 gram yang diperkirakan bernilai Rp14 juta.

"Informasi dari pengemudi ojek online menjadi kunci terbongkarnya upaya pengiriman narkotika ini. Kami sangat mengapresiasi peran serta masyarakat," ujar Kapolres.

Dengan digagalkannya peredaran ini, pihak kepolisian mengasumsikan telah menyelamatkan sekitar 95 jiwa dari bahaya penyalahgunaan narkotika.

Saat ini, GS telah mendekam di sel tahanan Polsek Sepatan untuk proses penyidikan lebih lanjut. Atas perbuatannya, pelaku dijerat dengan Pasal 114 ayat (2) UU No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dan Pasal 609 ayat (2) huruf (a) KUHP.

Kapolres mengimbau masyarakat agar tidak ragu melaporkan aktivitas mencurigakan melalui call center 110. "Modus memanfaatkan jasa ekspedisi dan ojol masih kami temukan. Kami akan terus tingkatkan pengawasan," tegasnya.

AYO! TANGERANG CERDAS
Ratusan Siswa Ikuti Munsya 2026, Eks Menlu Hassan Wirajuda Dorong Generasi Muda Siap Bersaing 

Ratusan Siswa Ikuti Munsya 2026, Eks Menlu Hassan Wirajuda Dorong Generasi Muda Siap Bersaing 

Minggu, 1 November 2026 | 19:32

Ratusan siswa tingkat SD, SMP, hingga SMA mengikuti Model United Nations Syafana Islamic School (Munsya) 2026 yang digelar di Gedung Ade Kismantoro Secondary pada 31 Oktober hingga 1 November 2026.

MANCANEGARA
Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Selasa, 14 Juli 2026 | 13:48

Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut

TEKNO
Cegah Serangan Siber PHP2Shell, Pemkot Tangerang Amankan 157 Aplikasi

Cegah Serangan Siber PHP2Shell, Pemkot Tangerang Amankan 157 Aplikasi

Rabu, 28 Oktober 2026 | 22:21

Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) memastikan pelayanan publik berbasis digital tetap berjalan lancar. Pemkot juga menjamin seluruh data pribadi masyarakat berada dalam kondisi aman

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill