Connect With Us

Sopir Angkot E 10, Rusak Angkot E 12 di Citra Raya

| Senin, 10 September 2012 | 22:43



TANGERANG-Puluhan sopir angkutan umum E 10 merusak armada angkutan umum E 12, di wilayah Komplek Citra Raya, Senin (10/9). Hal ini disebabkan karena pengemudi E 10 mengklaim bahwa angkutan E 12 dituding menyerobot jalur trayek E 10.

Damong ,40, salah seorang supir angkutan umum E 12 menjelaskan bahwa sebelumnya dia telah memberhentikan beroperasinya angkutan E 12, selama konflik ke dua pengemudi jalur taryek tersebut sedang dalam proses hukum di pengadilan tata usaha negeri (PTUN) Serang.

"Selama menjalani proses hukum terkait sengketa trayek di PTUN, kami memang memberhentikan beroperasi. Tapi karena putusan PTUN dinyatakan ditunda, ya kami mengoperasikan angkot kami kembali," katanya.

Sementara, kuasa hukum para pengemudi angkutan umum E 12, Dalil Harahap menjelaskan, bahwa konflik ke dua belah kubu tersebut karena soal pembatalan Surat Keputusan (SK) Bupati No 551.2/Kep.318-Huk/2012 tertanggal 30 Juni 2012, tentang pembatalan SK Bupati No 551.2/Kep.230-Huk/2012 tertanggal 30 April 2012, tentang penetapan jaringan trayek dan jumlah mobil penumpang umum angkutan pedesaan Kabupaten Tangerang, yang intinya adalah membatalkan SK Bupati Tangerang No 551.21/Kep 587,-Huk/2008 tertanggal 11 November 2008, dengan tidak membatalkan trayek E 12 melintasi Citra Raya-Panongan (Serdang Asri-Mekar Asri)-Pasar Korelet-Bugel-Katomas-Pasar Gudang-dan Tigaraksa.

Kuasa hukum Angkutan E 12, Dalil Harahap menjelaskan, bahwa dengan dibatalkannya SK Bupati No 551.2/Kep 230,-Huk/2012, padahal keputusan ini telah membatalkan SK Bupati No 551.21/Kep.587-Huk/2008, secara otomatis trayek E 12 kehilangan dasar hukum yang syah untuk beroperasi, sehingga sejak terbit SK tersebut, kami tidak bisa beroperasi. Dan ketika permasalahan tersebut di bawa ke ranah hukum di PTUN, dan putusan PTUN menkan ditunda, kata Dalil, SK  Bupati No 551.2/Kep.318-Huk/2012 tertanggal 30 Juni 2012 tersebut batal, dan Angkutan E 12 bisa beroperasi kembali.

"Dengan putusan tunda oleh PTUN, seharusnya SK Bupati No 551.2/Kep.318-Huk/2012 tertanggal 30 Juni 2012 itu gugur, dan Angkutan E 12 harus bisa beroperasi kembali," terangnya.

Terkait dirusaknya armada angkutan E 12 oleh puluhan pengemudi E 10, tambah Dalil, pihaknya akan mengadukan permasalahan tersebut ke kepolisian. Dan soal putusan tuinda oleh PTUN Serang, pihaknya mendesak Bupati Tangerang untuk membuka jalur trayek E 12 sesuai dengan trayek sebelumnya.
"Kami akan mengaduk ke Polisi, terkait pengrusakan armada angutan klien kami. Dan soal putusan tunda PTUN, kami meminyta agar Bupati Tangerang mau membatalkan SK tersebut, dan membuka kembali jalur E 12 seperti jalur sebelumnya," pungkasnya.

MANCANEGARA
WEF Proyeksikan Badai PHK Berlanjut hingga 2030, Penyebabnya Gegara AI 

WEF Proyeksikan Badai PHK Berlanjut hingga 2030, Penyebabnya Gegara AI 

Kamis, 8 Januari 2026 | 13:17

Pergantian tahun belum membawa angin segar bagi pasar tenaga kerja global. Ancaman pemutusan hubungan kerja diperkirakan masih akan membayangi hingga beberapa tahun ke depan, bahkan berpotensi berlangsung sampai 2030.

WISATA
Tak Terurus, Telaga Biru Cigaru Kini Sudah Tak Lagi Biru

Tak Terurus, Telaga Biru Cigaru Kini Sudah Tak Lagi Biru

Jumat, 6 Februari 2026 | 21:55

Telaga Biru Cigaru di Kecamatan Cisoka, Kabupaten Tangerang, yang dulu pernah menjadi wisata favorit keluarga untuk menikmati momen liburan, kini tampak sepi dan terbengkalai.

TOKOH
Deretan Kasus dan Kontroversi Habib Bahar Bin Smith, Terbaru Diduga Ikut Aniaya Anggota Banser di Cipondoh

Deretan Kasus dan Kontroversi Habib Bahar Bin Smith, Terbaru Diduga Ikut Aniaya Anggota Banser di Cipondoh

Selasa, 3 Februari 2026 | 21:28

Nama Habib Bahar bin Smith kembali muncul dalam kasus perkara hukum. Ulama kontroversial ini ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan penganiayaan terhadap seorang anggota Barisan Ansor Serbaguna (Banser) di wilayah Cipondoh,

TEKNO
Terbaru! Ini Rekomendasi Software Absensi Terbaik Tahun 2026

Terbaru! Ini Rekomendasi Software Absensi Terbaik Tahun 2026

Selasa, 3 Februari 2026 | 20:28

Di tahun 2026, sistem kerja perusahaan semakin dinamis. Banyak bisnis sudah menerapkan hybrid working, multi-shift, hingga operasional lintas lokasi. Karena itu, absensi manual seperti tanda tangan atau spreadsheet sudah tidak lagi relevan.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill