Connect With Us

Menyambut HUT Ke 69, Pemkab Tangerang Gelar Sedekah Bumi

| Jumat, 14 Desember 2012 | 13:15

 
 Sumber : Advertorial

TANGERANG-Dalam Menyambut Hari Jadi ke 69 tahun, Pemkab Tangerang  akan mengadakan upacara adat dan Sedekah Bumi. Acara tersebut akan dipusatkan di lapangan upacara Maulana Yuda Negara Tigaraksa yang akan dilaksanakan pada tanggal 17 Desember  2012 mendatang.
 
“Menyambut hari jadi ke 69, panitia telah mempersiapkan kegiatan pesta rakyat, diantaranya sedekah bumi,” ujar Drs Soma Atmaja saat membuka rapat evaluasi hari jadi Pemerintah Kabupaten Tangerang ke-69 tahun di ruang wareng Setda Tigaraksa, kemarin.
 
Upacara adat dan sedekah bumi merupakan rangkaian acara menyambut hari jadi Kabupaten Tangerang ke 69 yang dibungkus dalam acara Festival Tigaraksa.  Sedekah Bumi merupakan salah satu kearifan lokal yang di miliki masyarakat Tangerang yang harus dihidupkan kembali.
 
“Sedekah Bumi merupakan upacara adat masyarakat Kabupaten Tangerang sebagai simbol rasa syukur kita dalam menyambut hari jadi. Pada acara sedekah bumi tersebut akan menampilkan dandin hari atau tembang raja, ada lenser penari dan hasil panen rakyat khas Tangerang  lalu akan diakhiri dengan doa. Sedekah Bumi ini sudah jarang dilaksanakan oleh masyarakat Tangerang, untuk itu kali ini kami akan menghidupkan kembali tradisi khas Tangerang tersebut,” kata Soma. 
 
 Masih menurut Soma Atmaja yang juga menjabat sebagai Kepala Dinas Pemuda Olahraga, Budaya dan Pariwisata ini, Sedekah Bumi ini merupakan salah satu rangkaian acara Festival Tigaraksa, yang akan dilaksanakan di tiga lokasi. Yaitu wilayah utara Tangerang akan dipusatkan di Sepatan tanggal 16 s/d 8 Desember 2012, selanjutnya di Kecamatan Kresek dari tanggal 19 s/d 21 Desember 2012, dan Citra Raya tanggal 15, 22, dan 23 Desember 2012. 
 
Festival Tigaraksa ini, sebagai trobosan Pemkab Tangerang untuk menampilakn sebuah pesta rakyat menggali tradisi, menyamai budaya, menjaga kearifal lokal sehingga kekayaan budaya yang dimiliki Tangerang akan bisa dihidupkan kembali.
 
Seni tardisi pantas disemai kembali, agar tetap hidup dan menjadi bagian jati diri bangsa. Kearifal lokal sebagai nilai leluhur yang harus dihidupkan kembali dan dilestarikan. Festival Tigaraksa yang baru pertama kali digelar ini juga akan menghadirkan kembali ratusan artis, seniman, musisi dan pelaku-pelaku seni taridisi lainnya yang selama ini memperkaya kebudayaan Kabupaten Tangerang.
 
“Kearifal lokal yang masih dimiliki masyarakat Tangerang mulai dari bendrung lesung, pesta panen padi yang berakar dari tradisi sunda, sintren yang berasal dari Jawa Cirebon, Lenong Tunah yang masih eksis sebagai warisan budaya betawi sampai dengan tari cukin yang pernah ngetop dalam pergaulan komunitas cina tempo dulu,” tandasnya.
 
SPORT
Bertanding Hanya dengan 9 Pemain, Persita Kalah 0-2 dari Borneo FC

Bertanding Hanya dengan 9 Pemain, Persita Kalah 0-2 dari Borneo FC

Rabu, 6 Mei 2026 | 08:38

Persita Tangerang harus mengakui keunggulan Borneo FC dengan skor 0-2 pada lanjutan pekan ke-31 BRI Super League.

BISNIS
Jasa Pembuatan PT Murah untuk Bisnis Baru: Solusi Legal Cepat dan Aman

Jasa Pembuatan PT Murah untuk Bisnis Baru: Solusi Legal Cepat dan Aman

Kamis, 7 Mei 2026 | 11:08

Memulai bisnis tanpa legalitas yang jelas bisa menjadi hambatan besar di masa depan. Banyak pelaku usaha akhirnya kesulitan saat ingin bekerja sama dengan perusahaan besar atau mengikuti tender.

TEKNO
Apa itu Earnings Call dan Dampaknya ke Market Crypto

Apa itu Earnings Call dan Dampaknya ke Market Crypto

Kamis, 7 Mei 2026 | 15:31

Earnings call menjadi salah satu momen penting dalam dunia investasi karena mempengaruhi pergerakan pasar global. Tidak hanya saham, dampaknya juga bisa merembet ke market crypto.

OPINI
May Day dan Gugatan Marx di Balik Penjara Digital

May Day dan Gugatan Marx di Balik Penjara Digital

Jumat, 1 Mei 2026 | 16:57

Sejarah dari seluruh masyarakat yang ada hingga sekarang adalah sejarah perjuangan kelas." Kalimat pembuka Karl Marx dalam Manifesto Komunis (1848) ini sering kali dianggap sebagai peninggalan masa lalu yang tak lagi relevan.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill