Tahanan Polres Metro Tangerang Tewas Tergantung
Jumat, 7 Maret 2014 | 17:52
Erick ditemukan tewas tergantung dengan menggunakan sarung yang diikatkan ke plafon di kamar sel C7, Polres Metro Tangerang Kota.
Erick ditemukan tewas tergantung dengan menggunakan sarung yang diikatkan ke plafon di kamar sel C7, Polres Metro Tangerang Kota.
Aksi yang dilakukan di depan Polres Metro Tangerang itu menyusul pemeriksaan Deny dalam kasus tersebut. Para wartawan menganggap kasus tersebut telah membungkam kebebasan pers dalam mencari informasi.
RECOMENDEDKPU Kota Tangerang merangkul penyandang cacat atau distabilitas yang memiliki hak pilih untuk menekan angka golput dalam Pemilu Legislatif dan Presiden 2014.
Atas prakarsa beberapa tokoh masyarakat lintas agama dilaksanakan sarasehan dalam rangka menyongsong pemilu 2014.
“Kantor dinas akan pindah ke gedung baru itu, seperti Dinas Kesehatan, karena kondisinya sudah tidak layak lagi,” katanya.
TANGERANG-Manajemen PDAM Tirta Benteng Kota Tangerang kembali dipermasalahkan. Kali ini soal pembahasan Rencana Kerja Anggaran Perusahaan (RKAP) tahun 2014 yang dinilai melanggar ketentuan.
Komisi Pemilihan Umum Kota Tangerang telah menerima data pegawai shift I di Bandara Soekarno-Hatta sebanyak 1.859 orang
"Saya mau nganter pesanan, tapi ternyata bannya pecah. Tapi saya nggak luka, cuma kaget saja," papar Budi.
“Kita sudah antisipasi, dengan menempatkan personil. Jadi bentrokan bisa dicegah,” kata Afroni.
Aksi saling serang antar warga terjadi di dekat Situ Bulakan, Periuk, Kota Tangerang. Awal bentrok terjadi
Kepala Dinas Industri Perdagangan dan Koperasi (Indakop) Kota Tangerang Muh Noor mengatakan bahwa selama lima hari penyelenggaraan pameran Tangerang Expo 2014, omzet yang tercatat sebesar Rp242.785.000
Irgan datang ke Kantor Panwaslu Kota Tangerang di Jalan Veteran, sekitar pukul 16.00 WIB. Dia menjalani pemeriksaan selama kurang lebih 1,5 jam.
"Kami ajak korban mencari pelakunya ke TKP,"jelasnya.
Aksi para sopir angkot B07 Jurusan Kalideres-Serpong yang melakukan aksi demontrasi diminta tak resah. Hal itu lantaran penambahan Bus Lane masih sebatas wacana.
"Sekarang saja sudah banyak angkot yang beroperasi. Apalagi ditambah Bus Lane. Pemasukan kita bisa hancur, jelas kita tolak," tukasnya.
Menjelang Pemilu Legislatif 2014, KPU Kota Tangerang telah menerima surat suara sebanyak 5.200.000 lembar.