Connect With Us

Selama Hamil, Pasien RS Siloam Dinilai Sehat

| Rabu, 18 Februari 2015 | 16:13

Kediaman Almarhumah Rielda Amanda, ketika ditemui di kediamannya yang berlokasi di Perumahan Cipondoh Makmur, Jalan Damai 5 RT6/5 Blok D8/32, Kelurahan Cipondoh Makmur Timur, Kecamatan Cipondoh, Kota Tangerang, Banten (Rangga A Zuliansyah / TangerangNews)

TANGERANG-Keluarga Rilda Amanda, 33, pasien yang meninggal usai dioperasi caesar di RS Siloam, dinilai sehat selama hamil anak pertamanya.

"Selama ini sih kondisinya sehat dan baik-baik saja. Kalau firasat juga saya kurang tahu," kata suami korban, Ary Avianto, 32, di Perumahan Cipondoh Makmur, Jalan Damai 5, Blok D8/32, RT 6/5, Kelurahan Cipondoh Makmur, Kecamatan Cipondoh, Kota Tangerang, Rabu (18/2).

Terkait peristiwa meninggalnya Rilda, pasca diberi obat bius yang diduga tertukar di RS Siloam, Ary enggan menjelaskan.

"Tidak usah diungkit lagi ya. Kadang saya keinget lagi, jadi sedih. Kasihan juga almarhum, biar dia tenang," paparnya.

Berdasarkan keterangan para tetangga, sebelumnya Rilda yang diketahui bekerja di bagian tata usaha Direktorat Kelaikan Udara dan Pengoperasian Pesawat Udara (DKUPPU) Kemenhub ini, hendak dibawa ke RS Mayapada saat akan melahirkan.

Namun karena dokternya laki-laki, suami Rilda, Ary membatalkannya. Kemudian mereka memilih RS Siloam agar persalinan Rilda diurus oleh dokter perempuan.

"Biasa kalau kita kontrol dan pilah-pilah rumah sakit, nyari yang nyaman. Kebetulan di sana dokternya cewek dan sudah kenal," kata Ary.

Sementara tetangga korban, Herman, juga membenarkan bahwa korban terlihat sehat selama hamil. Bahkan saat hamil besar, korban tetap keluar untuk bersosialisai dengan tetangga.

"Kelihatannya sehat-sehat saja. Dia suka ngumpul sama ibu-ibu tetangga untuk ngobrol pas hamil besar. Jadi ya enggak nyangka juga kalau dia meninggal saat melahirkan," jelasnya.

 

TEKNO
Terbaru! Ini Rekomendasi Software Absensi Terbaik Tahun 2026

Terbaru! Ini Rekomendasi Software Absensi Terbaik Tahun 2026

Selasa, 3 Februari 2026 | 20:28

Di tahun 2026, sistem kerja perusahaan semakin dinamis. Banyak bisnis sudah menerapkan hybrid working, multi-shift, hingga operasional lintas lokasi. Karena itu, absensi manual seperti tanda tangan atau spreadsheet sudah tidak lagi relevan.

MANCANEGARA
WEF Proyeksikan Badai PHK Berlanjut hingga 2030, Penyebabnya Gegara AI 

WEF Proyeksikan Badai PHK Berlanjut hingga 2030, Penyebabnya Gegara AI 

Kamis, 8 Januari 2026 | 13:17

Pergantian tahun belum membawa angin segar bagi pasar tenaga kerja global. Ancaman pemutusan hubungan kerja diperkirakan masih akan membayangi hingga beberapa tahun ke depan, bahkan berpotensi berlangsung sampai 2030.

BANTEN
Tekanan Keuangan Jadi Alasan Pabrik Baja PT Krakatau Osaka Steel di Cilegon Hentikan Operasi

Tekanan Keuangan Jadi Alasan Pabrik Baja PT Krakatau Osaka Steel di Cilegon Hentikan Operasi

Kamis, 5 Februari 2026 | 12:43

Aktivitas produksi PT Krakatau Osaka Steel di Kawasan Industri Krakatau, Cilegon, resmi terhenti. Perusahaan baja hasil kerja sama antara Osaka Steel Co, Ltd. dari Jepang dan PT Krakatau Steel (Persero) itu memutuskan menutup pabriknya

NASIONAL
Atasi Banjir Kali Angke, Pemprov DKI dan Banten Sepakat Kelola Bendungan Polor

Atasi Banjir Kali Angke, Pemprov DKI dan Banten Sepakat Kelola Bendungan Polor

Kamis, 5 Februari 2026 | 07:02

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta bersama Pemprov Banten sepakat mengelola Bendungan Polor Kali Angke untuk mengatasi banjir yang kerap melanda wilayah Tangerang hingga Jakarta.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill