KH Ahmad Fudholi Meninggal Dunia Usai Jalani Perawatan Akibat Kecelakaan
Senin, 7 September 2026 | 15:29
Ulama kondang asal Kabupaten Tangerang KH. Ahmad Fudholi meninggal dunia setelah menjalani perawatan pascakecelakaan di Tol Tangerang-Merak.
TANGERANG-Pihak Rumah Sakit Siloam, Karawaci, Kabupaten Tangerang, mengaku tetap bertanggung jawab atas meninggalnya dua pasien pasca dioperasi.
Diketahui dua pasien tersebut tewas diduga akibat tertukarnya obat anastesi dengan asam traneksamat untuk mengurangi pendarahan yang diproduksi PT Kalbe Farma.
“Kita tetap bertanggung jawab atas kejadian ini, dengan pihak keluarga tetap komunikasi dan beri dukungan moril,” kata jelas GM of Corporate Communication & CSR RS Siloam Heppi Nurfianto, Selasa (17/2).
Meski demikian, penyebab meninggalnya pasien pria dan wanita tersebut masih harus menunggu hasil investigasi yang dilakukan Kementerian Kesehatan, BPOM dan Badan Pengawas Rumah Sakit.
“Kita berharap, semua menungu hasil investigasi dari regulator dulu. Mudah-mudahan hasilnya bisa keluar dua atau tiga hari. Agar ketahuan siapa yang lalai, bukan salah,” jelas Heppi.
Heppi sendiri enggan membeberkan terkait identitas kedua pasien yang tewas tersebut dengan alasan privasi pasien.
“Kita tidak bisa beritahu, itu sudah prosedur rumah sakit. Untuk menjaga privasi,” katanya.
Ulama kondang asal Kabupaten Tangerang KH. Ahmad Fudholi meninggal dunia setelah menjalani perawatan pascakecelakaan di Tol Tangerang-Merak.
TODAY TAGIHSG kembali dibuka dalam tekanan berat pada perdagangan Senin, 19 Oktober 2026. Indeks Harga Saham Gabungan langsung anjlok 4,31% ke level 4.961,87 atau turun 223 poin dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya.
Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) melalui Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga, dan Bina Konstruksi (DSDABMBK) menunda rekonstruksi Jembatan Merpati Raya di Kelurahan Sawah Baru, Kecamatan Ciputat, hingga waktu yang belum ditentukan.
Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews