Connect With Us

RS Siloam Minta Keluarga Tunggu Hasil Investigasi 2 Pasien yang Tewas

| Selasa, 17 Februari 2015 | 18:35

RS Siloam, di Karawaci, Kabupaten Tangerang. (Rangga A Zuliansyah / TangerangNews)

TANGERANG-Pihak Rumah Sakit Siloam, Karawaci, Kabupaten Tangerang, mengaku tetap bertanggung jawab atas meninggalnya dua pasien pasca dioperasi.

Diketahui dua pasien tersebut tewas diduga akibat tertukarnya obat anastesi dengan asam traneksamat untuk mengurangi pendarahan yang diproduksi PT Kalbe Farma.

 

“Kita tetap bertanggung jawab atas kejadian ini, dengan pihak keluarga tetap komunikasi dan beri dukungan moril,” kata jelas GM of Corporate Communication & CSR RS Siloam Heppi Nurfianto, Selasa (17/2).

 

Meski demikian, penyebab meninggalnya pasien pria dan wanita tersebut masih harus menunggu hasil investigasi yang dilakukan Kementerian Kesehatan, BPOM dan Badan Pengawas Rumah Sakit.

 

“Kita berharap, semua menungu hasil investigasi dari regulator dulu. Mudah-mudahan hasilnya bisa keluar dua atau tiga hari. Agar ketahuan siapa yang lalai, bukan salah,” jelas Heppi.

 

Heppi sendiri enggan membeberkan terkait identitas kedua pasien yang tewas tersebut dengan alasan privasi pasien.

“Kita tidak bisa beritahu, itu sudah prosedur rumah sakit. Untuk menjaga privasi,” katanya.

TANGSEL
Viral! Pedagang Sate Padang di Bintaro Dipalak Preman Rp200 Juta hingga Dikalungin Celurit

Viral! Pedagang Sate Padang di Bintaro Dipalak Preman Rp200 Juta hingga Dikalungin Celurit

Rabu, 30 September 2026 | 17:58

Aksi pemalakan meresahkan yang menimpa seorang pedagang Sate Padang Sektor 9 Group di kawasan Bintaro, Kecamatan Pondok Aren, Kota Tangerang Selatan (Tangsel), viral di sosial media.

NASIONAL
Sering Susah Tidur dan Sulit Fokus, Seraphim Buka Pusat Kesehatan Otak dan Tidur

Sering Susah Tidur dan Sulit Fokus, Seraphim Buka Pusat Kesehatan Otak dan Tidur

Rabu, 30 September 2026 | 16:20

Sulit tidur, bangun dalam kondisi tetap lelah, sulit berkonsentrasi hingga sering lupa menjadi keluhan yang kerap muncul di tengah gaya hidup masyarakat urban

MANCANEGARA
Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Selasa, 14 Juli 2026 | 13:48

Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill