Connect With Us

RS Siloam Bungkam ditanya Nama Pasien yang Tewas

| Selasa, 17 Februari 2015 | 23:34

GM of Corporate Communication & CSR RS Siloam Heppi Nurfianto (Rangga A Zuliansyah / TangerangNews)

 

TANGERANG-Pihak RS Siloam,  Karawaci, Tangerang bungkam kepada awak media saat ditanya nama dan alamat dua korban tewas  setelah mendapat suntikan Buvanest Spinal 0,5% Heavy.

Dijelaskan GM of Corporate Communication & CSR RS Siloam, Heppi Nurfianto, Selasa (17/2). Setelah mendapat suntikan tersebut, Pasien mengalami kejang-kejang dan gatal-gatal hingga pihak medis harus membawa ke ruang ICU. Namun sayang, kedua pasien akhirnya meninggal dunia 24 jam setelah disuntik. 

 

Namun, saat dikonfirmasi terkait data dua orang pasien yang meninggal, pihak RS Siloam langsung bungkam dengan alasan menjaga privasi dan masih dilakukannya investigasi oleh pihak RS , Badan Pengawas RS, BPOM dan Kemenkes RI.

“Kami sangat menjaga privasi, dan mari kita tunggu hasil investigasi dari BPOM,” ujarnya.

PROPERTI
Ini Alasan Gading Serpong Berkembang Pesat Jadi Pusat Bisnis Baru di Tangerang Raya

Ini Alasan Gading Serpong Berkembang Pesat Jadi Pusat Bisnis Baru di Tangerang Raya

Jumat, 9 Januari 2026 | 18:47

Kawasan Paramount Gading Serpong tidak hanya dikembangkan sebagai kawasan hunian, wilayah ini dirancang dengan konsep terpadu yang mencakup area komersial, fasilitas pendidikan, layanan kesehatan, hingga ruang publik penunjang aktivitas masyarakat.

BISNIS
Beli Motor Honda di Tangerang Dapat Diskon Promo Tahun Baru Sampai Rp2 Juta, Ini Rinciannya

Beli Motor Honda di Tangerang Dapat Diskon Promo Tahun Baru Sampai Rp2 Juta, Ini Rinciannya

Jumat, 9 Januari 2026 | 20:41

Promo spesial berupa potongan harga sampai Rp2 juta ini berlaku hingga akhir Januari untuk membantu konsumen memiliki motor impian dengan lebih mudah dan hemat.

MANCANEGARA
WEF Proyeksikan Badai PHK Berlanjut hingga 2030, Penyebabnya Gegara AI 

WEF Proyeksikan Badai PHK Berlanjut hingga 2030, Penyebabnya Gegara AI 

Kamis, 8 Januari 2026 | 13:17

Pergantian tahun belum membawa angin segar bagi pasar tenaga kerja global. Ancaman pemutusan hubungan kerja diperkirakan masih akan membayangi hingga beberapa tahun ke depan, bahkan berpotensi berlangsung sampai 2030.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill