Connect With Us

Puslabfor Periksa Penyebab Kebakaran Rupbasan Tangerang

Rangga Agung Zuliansyah | Kamis, 9 Juli 2015 | 17:14

Kantor Rumah Penyimpanan Benda Sitaan Negara (Rupbasan) Klas I Jakarta Barat dan Tangerang, yang terbakar di Jalan TMP Taruna, Kota Tangerang. (Rangga A Zulianzyah / TangerangNews)


TANGERANG-Puslabfor Mabes Polri diterjunkan untuk mencari penyebab kebakaran gudang penyimpanan barang bukti di Kantor Rumah Penyimpanan Benda Sitaan Negara (Rupbasan) Klas I Jakarta Barat dan Tangerang, Jalan TMP Taruna, Kota Tangerang, kemarin malam.

Kasat Reskrim Polres Metro Tangerang AKBP Sutarmo mengatakan, penyebab kebakaran belum dipastikan sehingga akan dilakukan pemeriksaan fisik oleh Puslabfor.

"Informasi terakhir, api berasal dari bagian tengah gudang dimana terdapat instalasi listik. Sehingga diduga karena arus pendek," jelasnya, Kamis (9/7).

Apakah ada dugaan unsur kesengajaan untuk menyabotase barang bukti, Sutarmo menyatakan masih hasur dibuktikan dengan pemeriksaan Labfor.

"Kita belum bisa menyimpulkan dugaan-dugaan tersebut. Jadi biar puslabfor yang menentukan penyebabnya," katanya.

Berita Sebelumnya :Rupbasan Tangerang Terbakar, Barang Bukti KPK Ludes

Terkait barang-barang yang terbakar, berdasarkan informasi ada puluhan unit motor, dan scaner alat kesehatan sitaan KPK. "Jumlahnya sedang diakurasikan dengan dokumen," jelas Sutarmo.

MANCANEGARA
Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Selasa, 14 Juli 2026 | 13:48

Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut

OPINI
Sandera Dana Desa Demi Bebas Asap

Sandera Dana Desa Demi Bebas Asap

Jumat, 28 Agustus 2026 | 21:31

Kebakaran hutan dan lahan merupakan tantangan tata kelola yang berulang setiap siklus musim kemarau di Indonesia. Keterlambatan respons mesin birokrasi pemerintah daerah maupun pusat tidak sekadar berakar pada persoalan anomali cuaca.

TANGSEL
Juara Sayembara Batik Tangsel 2026: Karya "Ming Galih Gaya" Angkat Perpaduan Budaya Betawi, Sunda dan Tionghoa

Juara Sayembara Batik Tangsel 2026: Karya "Ming Galih Gaya" Angkat Perpaduan Budaya Betawi, Sunda dan Tionghoa

Selasa, 1 September 2026 | 19:02

Sayembara Desain Batik Khas Tangerang Selatan (Tangsel) Tahun 2026 resmi menetapkan tiga karya terbaik setelah melalui proses penjurian ketat dan independen.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill