Connect With Us

Kota Tangerang Nyerah Kalau Tahun Ini Diminta Terbitkan 422.000 Kartu Identitas Anak

Rangga Agung Zuliansyah | Kamis, 11 Februari 2016 | 17:19

Ilustrasi anak-anak. (Shutterstock / Shutterstock)

TANGERANG-Mulai tahun ini, pemerintah pusat memberlakukan aturan wajib bagi setiap anak untuk memiliki Kartu Identitas Anak (KIA). Ketentuan ini telah diatur dalam Permendagri No.2/2016 tentang Kartu Identitas Anak.

Namun, Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kota Tangerang Erlan Rusnarlan mengatakan, pihaknya belum bisa langsung melaksanakan ketentuan tersebut.

Pasalnya hingga saat ini pihaknya belum mendapat penjelasan mengenai persyaratan pembuatan KAI pembuatan maupun blanko.

“Kita belum tahu, apakah blanko nya harus Pemda yang anggarkan atau didrop dari pusat. Kalau harus dari kita ya belum bisa, karena belum kita anggarkan di APBD 2016,” katanya, Kamis (11/2/2016).

Erlan mengatakan, bahwa ketentuan tersebut rencananya akan diujicoba di 50 Kota/Kabupaten di Indonesia. Namun, dia tidak tahu apakah Kota Tangerang menjadi salah satunya.

“Karena itu, kita akan terlebih dahulu berkonsultasi dengan Kemendagri,” jelasnya.

Erlan mengaku dengan adanya ketentuan baru ini jelas akan menambah beban kerja Disdukcapil. Meski demikian pihaknya harus siap melaksanakannya.

Apalagi, KAI ini berguna untuk pendataan serta memberikan hak dan perlindungan terhadap anak.

“Memang akan menambah beban, tapi itu resiko. Kita kan dinas pelayanan masyarakat, jadi ya harus siap,” paparnya.

Disebutkan Erlan, untuk jumlah anak di Kota Tangerang yang berusia 0-18 tahun ada sebanyak 422.000 jiwa. Sedangkan jumlah wajib KTP yang berumur 18 tahun ke atas sebanyak 1.385.000 jiwa.

MANCANEGARA
Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Selasa, 14 Juli 2026 | 13:48

Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut

BANTEN
Gelontorkan Rp8,15 Miliar Tahun Ini, Pemprov Banten Targetkan Anggaran Bansos Naik pada 2027

Gelontorkan Rp8,15 Miliar Tahun Ini, Pemprov Banten Targetkan Anggaran Bansos Naik pada 2027

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:43

Gubernur Banten Andra Soni menargetkan alokasi anggaran bantuan sosial (bansos) akan mengalami peningkatan pada tahun 2027 mendatang, sebagai upaya memperkuat perlindungan sosial dan menekan angka kemiskinan.

KAB. TANGERANG
Bapenda Tangerang Sebut Aturan LSD Berpotensi Kurangi Pendapatan Daerah dari Properti dan Investasi

Bapenda Tangerang Sebut Aturan LSD Berpotensi Kurangi Pendapatan Daerah dari Properti dan Investasi

Jumat, 30 Oktober 2026 | 19:14

Regulasi lahan sawah dilindungi (LSD) dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 4 Tahun 2026 berpotensi memengaruhi pendapatan asli daerah (PAD) Kabupaten Tangerang pada 2027 mendatang.

TOKOH
KH Ahmad Fudholi Meninggal Dunia Usai Jalani Perawatan Akibat Kecelakaan

KH Ahmad Fudholi Meninggal Dunia Usai Jalani Perawatan Akibat Kecelakaan

Senin, 7 September 2026 | 15:29

‎Ulama kondang asal Kabupaten Tangerang KH. Ahmad Fudholi meninggal dunia setelah menjalani perawatan pascakecelakaan di Tol Tangerang-Merak.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill