Connect With Us

Proyek APTB Tangerang Dilarang Ahok ke Jakarta

Rangga Agung Zuliansyah | Senin, 7 Maret 2016 | 17:19

Arief-Sachrudin Dilantik Jadi Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tangerang (Dens Bagoes Irawan / TangerangNews)

 

TANGERANG-Proyek Angkutan Perbatasan Terintegrasi Busway (APTB) milik Pemkot Tangerang yang akan masuk ke Jakarta dilarang Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahja Purnama alias Ahok. Namun,  Wali Kota Tangerang Arief R Wismansyah tidak mempermasalahkan kebijakan Ahok. Arief mengaku akan meminta adanya solusi dari kebijakan tersebut.

“Saya sudah dengar dari media soal larangan itu, saya menyambut baik niat Ahok. Yang penting sekarang ini kalau dilarang harus cari solusinya bagaimana,” katanya,Senin (7/3/2016).

Menurutnya, pemahaman Arief, alasan Ahok melarang APTB dari luar masuk ke DKI termasuk Buslane Kota Tangerang, karena masalah pembayaran tarif. Pasalnya, jika penumpang APTB ingin berpindah ke Busway, diharuskan membayar lagi.

 

Padahal APTB juga masuk ke jalur Busway. Sehingga Ahok ingin agar pembayarannya dilakukan sekali saja di halte APTB, begitupun sebaliknya. 

“Kalau bayar dua kali kan mahal.  Jadi memang lebih baik bayar sekali, misalnya penumpang dari Terminal Poris Tangerang bayar, lalu sampai di Terminal Kali Deres kalau mau ke Jakarta naik Busway bisa nyambung tanpa bayar lagi. Saya punya fikiran positif kalau Ahok ingin masyarakat beralih ke transportasi massal,” katanya.

 

Selain itu, kata Arief, tarif Busway Transjakarta yang sebesar Rp3500 lebih murah dari pada APTB, sebesar Rp6000. Arief pun tidak masalah jika nantinya APTB hanya sampai perbatasan Jakarta saja. Namun selanjutnya penumpang naik Busway.

 “Atau Busway yang ditarik sampai ke Tangerang, karena sangat efektif,” paparnya. 

Karena itu, pihaknya pun menugaskan Dinas Perhubungan Kota Tangerang untuk ke Pemprov DKI Jakarta guna mengetahui lebih jelas ketentuan larangan APDB masuk ke Jakarta.

AYO! TANGERANG CERDAS
7 Sekolah Swasta Mundur dari Program Sekolah Gratis, DPRD Minta Pemprov Carikan Solusi untuk Siswa

7 Sekolah Swasta Mundur dari Program Sekolah Gratis, DPRD Minta Pemprov Carikan Solusi untuk Siswa

Selasa, 28 Juli 2026 | 14:04

Sekretaris Komisi V DPRD Provinsi Banten, Rifky Hermansyah, meminta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Provinsi Banten menjamin hak siswa yang terdampak setelah tujuh SMA swasta mengundurkan diri dari Program Sekolah Gratis.

BANTEN
Sukses Jalankan Program Desa Berdaya, PLN UID Banten Borong Dua Penghargaan Platinum La Tofi 2026 

Sukses Jalankan Program Desa Berdaya, PLN UID Banten Borong Dua Penghargaan Platinum La Tofi 2026 

Sabtu, 1 Agustus 2026 | 07:04

PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Banten kembali menorehkan prestasi dengan meraih dua predikat Platinum Alignment pada ajang La Tofi 2026.

TANGSEL
Perempuan di Pondok Aren Ditangkap Buang Mayat Bayi Hasil Hubungan Gelap dengan Pacar

Perempuan di Pondok Aren Ditangkap Buang Mayat Bayi Hasil Hubungan Gelap dengan Pacar

Kamis, 30 Juli 2026 | 21:08

Kepolisian menindaklanjuti laporan masyarakat terkait penemuan sesosok mayat bayi perempuan di teras Klinik Amalia, Pondok Kacang Timur, Kecamatan Pondok Aren, Kota Tangerang Selatan (Tangsel).

MANCANEGARA
Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Selasa, 14 Juli 2026 | 13:48

Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill