Festival Cisadane 2027 Bidik Target 10 Besar Karisma Event Nusantara
Selasa, 28 Juli 2026 | 16:46
Penyelenggaraan Festival Cisadane 2026 Kota Tangerang resmi berakhir dengan antusiasme masyarakat yang meriah.
TANGERANGNews.com-Tarif parkir di pinggir jalan yang disediakan dalam perayaan Festival Al Azhom dikeluhkan warga karena harganya mahal. Warga menganggap tarif parkir pada event yang telah digelar kelima kali di Kota Tangerang itu melebihi tarif di Mall.
Keluhan ini pertama kali disampaikan oleh warga bernama Dita Ratnanesia Ayu Dayanti pada aplikasi LAKSA Tangerang LIVE, Minggu (2/10/2016) pukul 20.50 WIB. Menurutnya, ketika dia parkir, dia langsung didatangi petugas parkir. Lalu diberikan karcis parkir untuk membayar parkir di muka.
“Untuk tarif mobil sebesar Rp10.000. Sementara, untuk sepeda motor karcis parkir di Jalan Satria Sudirman senilai Rp3000,” katanya.
Selain mahal, hal yang dinilai merugikan dari parkir tersebut adalah tidak adanya tanggung jawab dari petugas parkir atas kehilangan dan kerusakan kendaraan. Peringatan tersebut bahkan tertulis di karcis parkir.
“Apa ini sudah sesuai dengan tarif retribusi perparkiran yang sudah diterapkan di Perda?,” tanya Dita dalam tulisannya.
Menurut Dita, setiap ada acara di Kota Tangerang seperti Festival Al-Azhom dan Festival Cisadane selalu memasang biaya parkir yang tinggi dan cara pembayaran dimuka.
“Gimana mau setiap event Kota dimeriahkan oleh masyarakat sendiri kalau caranya masih seperti ini,” ucap Dita lagi.
Menanggapi keluhan tersebut, Pihak Pemkot Tangerang melalui Dinas Perhubungan mengucapkan terima kasih untuk informasi terkait mahalnya biaya parkir di Festival Al-Azhom. “Terima kasih untuk informasinya, akan kami bantu tindaklanjuti,” tulis akun Dinas Perhubungan dalam komentarnya.
Seperti di ketahui, Festival Al-Azhom ke V tahun 2016 ini dibuka oleh Wali Kota Tangerang Arief R Wismansyah pada Sabtu (1/10/2016) yang juga dihadiri oleh Gubernur Banten, Rano Karno.
Penyelenggaraan Festival Cisadane 2026 Kota Tangerang resmi berakhir dengan antusiasme masyarakat yang meriah.
TODAY TAGKematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut
Di tengah ritme kehidupan urban yang serba cepat, standar kemewahan sebuah hunian telah bergeser secara fundamental.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews