Bus ke Baduy Tarif Rp 1 Berlaku Terbatas, Hanya Akhir Pekan Selama Sebulan
Senin, 27 April 2026 | 07:36
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten meluncurkan program pembayaran berbasis QRIS untuk akses transportasi menuju kawasan wisata Baduy.
TANGERANGNews.com-Progres pembangunan pembangkit listrik berbasis sampah (PLTSa) di Kota Tangerang saat ini masih menunggu arahan dari Kementrian Keuangan (Kemenkeu) dan International Finance Corporation (IFC).
“Kalau kita (Pemkot) sudah all out persiapan kita sudah selesai. Justru kita nunggu dari Kemenkeu dan IFC. Belum lagi dari Mendagri terkait penentuan Tipping Fee-nya. Maka masih kita tunggulah perkembangannya, karena kita tunggu dari presiden sebab presiden yang berwenang," papar Wali Kota Arief R Wismansyah saat menghadiri undangan Kementrian Koordinator Bidang Kemaritiman di Hotel Grand Zuri BSD Serpong, Senin (17/10) kemarin.
Dalam pertemuan tersebut, pihaknya berkoordinasi bersama tujuh kabupaten kota dan satu provinsi yang mendapatkan tugas Perpres kaitan pembangkit listrik tenaga sampah. Hal tersebut guna mempercepat realisasi PLTSa di Kota Tangerang.
“Juga dibahas permasalahan-permasalahannya apa, kendala-kendalanya apa," kata Arief.
Proyek PLTSa tersebut merupakan proyek Nasional yang didasarkan pada Perpres No 18/2016 yang menunjuk tujuh kota/kabupaten termasuk Kota Tangerang sebagai pilot project PLTSa. Dan konon dari sampah yang dihasilkan oleh masyarakat Kota Tangerang yang mencapai 1.000 ton lebih/hari akan menghasilkan 12 MW listrik.
Arief menegaskan, bahwa pihak Pemkot Tangerang terus berkomitmen untuk melakukan pembenahan terkait pengelolaan sampah di Kota Tangerang baik melalui pemanfaatan teknologi maupun dengan mengoptimalkan peran masyarakat.
"Yang lebih penting dari itu kan bagaimana sampah dikelola dengan baik tanpa mencemari lingkungan," tegasnya.
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten meluncurkan program pembayaran berbasis QRIS untuk akses transportasi menuju kawasan wisata Baduy.
TODAY TAGPresiden Prabowo Subianto mengingatkan situasi geopolitik dunia yang memanas, terutama konflik di kawasan Timur Tengah, berpotensi menimbulkan dampak bagi berbagai sektor di Indonesia.
Dalam rangka menyambut Bulan Autisme Sedunia, VIVERE Hotel, ARTOTEL Curated bekerja sama dengan Matalesoge HospitABLElity Academy menggelar pameran seni bertajuk “You See Me and I Feel You”, yang berlangsung pada 24 April
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews