Connect With Us

PMI Kota Tangerang Tak Ingin Terperangkap Lahan

Denny Bagus Irawan | Selasa, 29 November 2016 | 16:00

Kru PMI Kota Tangerang berpose bersama di depan gedung UDD PMI Kota Padang. (@TangerangNews.com 2016 / Raden Bagus Irawan)

TANGERANGNews.com-Gairah dalam pikiran para pengurus dan tim medis dari PMI Kota Tangerang terlihat seperti mau meledak saat ‘mengintip’ markas PMI Kota Padang pada Kamis 24 November 2016 lalu. Penyebabnya tak lain karena mereka tersulut semangat untuk memaksimalkan seluruh kondisi yang ada. Termasuk persoalan lahan yang hingga kini menjadi dinding permasalahan.

Keberhasilan PMI Kota Padang yang mampu memiliki berbagai peralatan dan ruang yang memadai menjadi dorongan para aktivis yang bergerak dalam bidang sosial kemanusiaan itu untuk berkeinginan membuat sesuatu yang lebih dari saat ini.

Diakui Direktur Unit Donor Darah (UDD) PMI Kota Tangerang dr David Sidabutar, saat ini pihaknya memiliki ruang lahan yang terbatas. Tetapi permasalahan itu tidak ingin menjadi perangkap.

“Kami terpacu, kami ingin memaksimalkan pelayanan dengan penyediaan ruangan bagi penyimpanan alat-alat laboratorium unit transfusi darah,” ujar dr David.

Dalam kunjungan ke PMI Kota Padang, TangerangNews.com turut serta. Tampak dari ukuran bangunan dan luas lahannya memang  jauh sekali jika dibandingkan dengan PMI Kota Tangerang. Dari segi peralatan juga disana lebih lengkap.  Salah satu yang terlihat menonjol adalah seluruh ruang laboratorium sangat terjaga.

Hal itu terjadi karena mereka memiliki masing-masing ruang khusus. Seperti ruang dokter, ruang apheresis, laboraturium Nat, ruang logistik, ruang Infeksi Menular Lewat Transfusi Darah, dan blood bank room. Berbanding terbalik kalau PMI Kota Tangerang seluruhnya disatukan dalam satu ruang sempit.

Padahal dari sisi pelayanan PMI Kota Tangerang jauh dengan PMI Kota Padang. Di sana hanya melayani 14.000 pendonor per bulan. Sedangkan di Kota Tangerang sebanyak 35.000 pendonor.

Dari jumlah sebanyak itu, darah yang keluar pun Kota Tangerang lebih banyak yakni 7.000, sedangkan Padang hanya 3.000 per bulan.

“Sebab di sini kami juga melayani kebutuhan RS Internasional di Tangsel dan Kabupaten, seperti Omni, Eka Hospitals, Siloams, serta Bethsaida, Mayapada. Jumlah penduduk juga jauh Kota Tangerang lebih banyak,” terangnya.

David mengatakan, idealnya memang seharusnya PMI Kota Tangerang telah memiliki kapasitas ruangan yang memadai.

Apalagi, PMI Kota Tangerang secara prinsip sebenarnya telah dinyatakan juga oleh PMI Provinsi Banten serta Kementerian Kesehatan sudah seharusnya menjadi tipe PMI Utama. Sebab, secara rutinitas seluruh tim medis sudah lebih handal karena lebih terbiasa menghadapi pelayanan dengan jumlah besar.

“Kita 24 jam melayani. Bahkan ambulans kita juga sudah sering melayani dalam penggunaan medis untuk keluar daerah. Beberapa kali kita antar yang terserang stroke secara gratris,” imbuhnya.

Selain itu, menurut dia harus ada sinergisitas antara BPBD, Kepolisian dan PMI dalam menangani bencana. Itu pun dia mencontoh dari Padang yang memiliki alat semacam ‘alarm’ benca. Dimana ketika terjadinya suatu bencana di daerah, seperti banjir dan kebakaran alat itu bersamaan menghubungkannya.

 Ketua PMI Kota Tangerang Koeswarsa mengatakan, kondisi lahan gedung PMI memang sudah seharusnya diperluas. Sebab, memang seharusnya ada pemisahan ruang antar alat-alat laboraturium unit transfusi darah yang dapat menunjang maksimalnya pelayanan.

“Kita tidak ingin membiarkan kondisinya seperti ini terus. Harus terus disemangati mereka (sukarelawan). Kita berharap Pemerintah Kota Tangerang memfasilitasi kami, agar kami dapat lebih berbuat maksimal,” ujarnya.

Sementara itu, Wali Kota Tangerang Arief R Wismansyah mengatakan, pihaknya menunggu adanya ajuan konsep dari PMI Kota Tangerang mengenai persoalan tersebut.

 “Sinergi Pemerintah Kota Tangerang dengan PMI selama ini selalu ada. Namun mengenai persoalan lahan, kebetulan kan Ketua PMI-nya anggota DPRD, ayo kita bahas bersama-sama,” ujarnya.

 

 

 

WISATA
Pulau Sangiang Banten Kini Terkoneksi 4G Telkomsel, Bisa Tetap Update Selama Liburan

Pulau Sangiang Banten Kini Terkoneksi 4G Telkomsel, Bisa Tetap Update Selama Liburan

Selasa, 17 Maret 2026 | 15:35

Pulau Sangiang, sebuah pulau tersembunyi di tengah Selat Sunda, kini tak lagi terisolasi jaringan internet.

NASIONAL
Bukan Jumat, Pemerintah Tetapkan Lebaran 2026 Jatuh pada Sabtu 21 Maret

Bukan Jumat, Pemerintah Tetapkan Lebaran 2026 Jatuh pada Sabtu 21 Maret

Kamis, 19 Maret 2026 | 20:04

Pemerintah melalui Kementerian Agama (Kemenag) resmi menetapkan Hari Raya Idulfitri 1 Syawal 1447 Hijriah atau Lebaran 2026 jatuh pada Sabtu, 21 Maret 2026.

MANCANEGARA
Dampak Perang Timur Tengah, Prabowo Sebut Indonesia Harus Siap-siap

Dampak Perang Timur Tengah, Prabowo Sebut Indonesia Harus Siap-siap

Selasa, 10 Maret 2026 | 09:21

Presiden Prabowo Subianto mengingatkan situasi geopolitik dunia yang memanas, terutama konflik di kawasan Timur Tengah, berpotensi menimbulkan dampak bagi berbagai sektor di Indonesia.

KOTA TANGERANG
Pokja WHTR Tutup Rangkaian Kegiatan Ramadan 2026 dengan Santunan Anak Yatim

Pokja WHTR Tutup Rangkaian Kegiatan Ramadan 2026 dengan Santunan Anak Yatim

Rabu, 18 Maret 2026 | 21:53

Suasana hangat penuh kebersamaan menyelimuti sekretariat Pokja WHTR di Jalan Perintis Kemerdekaan No. 38A, Babakan, Kota Tangerang, dalam puncak rangkaian kegiatan Ramadan 1447 H yang ditandai dengan buka puasa bersama dan santunan anak yatim

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill