Menelisik Board of Peace Gaza Palestina Ala Trump
Jumat, 30 Januari 2026 | 20:34
Upaya Amerika untuk menguasai timur tengah, dengan menjadikan Israel sebagai penjaga kepentingannya di Timur tengah, tidak berjalan mulus.
TANGERANGNEWS.com-Hujan deras yang mengguyur Kota Tangerang pada Sabtu (01/4/2017) sore menyebabkan beberapa ruas jalan banjir. Salah satunya adalah di Jalan Raden Intan Raya, Kelurahan Ciboas, Kecamatan Cibodas, Perumnas 4, Kota Tangerang.
Ikhsan warga setempat yang sedang mengatur arus lalu lintas mengatakan, lokasi tersebut menjadi langganan banjir sejak tahun 2007. Meski ketinggian jalan sudah dinaikkan, tetapi sampai saat ini, banjir masih tetap terjadi.
"Kalau hujan deras, disini pasti banjir, tadi sekitar pukul 18.00 sore, ketinggian air sampai sepaha orang dewasa," katanya kepada TangerangNews.com
Menurut Ikhsan, banjir tersebut dikarenakan luapan air dari Kali Sabi, karena posisi lokasi tersebut lebih rendah, sehingga menjadi titik kumpul air."Kalau hujan kali Sabi meluap airnya mengalir kesini," tambahnya.
Sementara Habib Hannajar, masih warga setempat mengatakan, akibat banjir tersebut, kendaraan tidak bisa melintas, padahal jalan tersebut salah satu jalan yang cukup padat dilalui kendaraan yang hendak menuju jembatan fly over Cibodas, Kota Tangerang.
"Dari tadi kami tutup akses jalannya. Untuk motor kami alihkan memutar ke jalan lain," katanya yang berdiri ditengah ketinggian air setengah dengkul orang dewasa.
Pantauan TangerangNews.com dil
Upaya Amerika untuk menguasai timur tengah, dengan menjadikan Israel sebagai penjaga kepentingannya di Timur tengah, tidak berjalan mulus.
TODAY TAGKomisi VII DPR RI memberikan teguran terkait masalah banjir, kemacetan hingga delay penerbangan di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Kota Tangerang. Masalah klasik ini dinilai dapat menghambat kemajuan pariwisata Indonesia.
Persita Tangerang harus mengakui keunggulan tim tamu Persija Jakarta setelah kalah dengan skor 0-2 pada pekan ke-19 BRI Super League 2025/2026.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) membantah narasi yang beredar di media sosial terkait Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) yang disebut-sebut dapat menjadi “bom waktu” dan memicu cuaca tidak stabil jika dilakukan secara terus-menerus.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews