KH Ahmad Fudholi Meninggal Dunia Usai Jalani Perawatan Akibat Kecelakaan
Senin, 7 September 2026 | 15:29
Ulama kondang asal Kabupaten Tangerang KH. Ahmad Fudholi meninggal dunia setelah menjalani perawatan pascakecelakaan di Tol Tangerang-Merak.
TANGERANGNEWS.com-Hujan deras yang mengguyur Kota Tangerang pada Sabtu (01/4/2017) sore menyebabkan beberapa ruas jalan banjir. Salah satunya adalah di Jalan Raden Intan Raya, Kelurahan Ciboas, Kecamatan Cibodas, Perumnas 4, Kota Tangerang.
Ikhsan warga setempat yang sedang mengatur arus lalu lintas mengatakan, lokasi tersebut menjadi langganan banjir sejak tahun 2007. Meski ketinggian jalan sudah dinaikkan, tetapi sampai saat ini, banjir masih tetap terjadi.
"Kalau hujan deras, disini pasti banjir, tadi sekitar pukul 18.00 sore, ketinggian air sampai sepaha orang dewasa," katanya kepada TangerangNews.com
Menurut Ikhsan, banjir tersebut dikarenakan luapan air dari Kali Sabi, karena posisi lokasi tersebut lebih rendah, sehingga menjadi titik kumpul air."Kalau hujan kali Sabi meluap airnya mengalir kesini," tambahnya.
Sementara Habib Hannajar, masih warga setempat mengatakan, akibat banjir tersebut, kendaraan tidak bisa melintas, padahal jalan tersebut salah satu jalan yang cukup padat dilalui kendaraan yang hendak menuju jembatan fly over Cibodas, Kota Tangerang.
"Dari tadi kami tutup akses jalannya. Untuk motor kami alihkan memutar ke jalan lain," katanya yang berdiri ditengah ketinggian air setengah dengkul orang dewasa.
Pantauan TangerangNews.com dil
Ulama kondang asal Kabupaten Tangerang KH. Ahmad Fudholi meninggal dunia setelah menjalani perawatan pascakecelakaan di Tol Tangerang-Merak.
TODAY TAGKematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tangerang menaksir kerugian kebakaran di Kawasan Pergudangan Kosambi Permai, Kecamatan Kosambi, mencapai Rp20 miliar.
Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang Selatan (Tangsel) menggencarkan langkah antisipasi dan penanganan darurat bencana di wilayahnya.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews