Tak Maksimal Sumbang PAD, Wisata Kabupaten Tangerang Terkendala Regulasi dan Lahan
Selasa, 6 Oktober 2026 | 19:40
Potensi pariwisata di Kabupaten Tangerang belum memberikan kontribusi maksimal terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).
TANGERANGNEWS.com - Puluhan Kongres Aliansi Serikat Buruh Indonesia (KASBI) Kota Tangerang berunjuk rasa di halaman Pengadilan Negeri (PN) Tangerang, Selasa (24/10/2017).
Mereka memprotes dakwaan terhadap dugaan kasus pencurian sepatu reject yang melibatkan kedua buruh karyawati PT KMK Global Sport bernama Suprapti dan Nurbaiti.
Pasalnya, leduanya telah lama bekerja sekitar 12 tahunan salah satu perusahaan besar yang memproduksi sepatu bermerk Nike di Jalan Cikupa Mas Raya, Kabupaten Tangerang tersebut
"Bebaskan saudari Nurbaiti dan Suprapti," teriak para buruh.
Menurut M Sofa, orator unjuk rasa, bahwa Nurbaiti dan Suprapti hanya dituduhkan mencuri sepatu reject. Namun barang sepatu sejenisnya masih ada diperusahaan alias tidak curi oleh terdakwa.
"Mereka (Managemen perusahaan) tidak memiliki hati yang baik, sejatinya kasus kaya gitu bisa diperselesaikan dengan kekeluargaan yang seharusnya masalah itu tidak harus diperadilan," kata Sofa.
KASBI juga menilai kalau selama ini terdakwa bekerja diperusahaan tersebut secara baik, patuh dan beretika hanya saja selama ini tidak ada pemantauan di dalam kinerja mereka.(RAZ/HRU)
Potensi pariwisata di Kabupaten Tangerang belum memberikan kontribusi maksimal terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).
TODAY TAGKawasan perkotaan memiliki permintaan kuliner yang tinggi karena mobilitas dan gaya hidup penghuninya yang sibuk. Misalnya, area padat seperti Tangerang membuka peluang bagi beragam konsep makanan.
Pernyataan Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Hak Asasi Manusia (Kemenham) Banten yang menilai kerukunan umat beragama di Kabupaten Tangerang layak menjadi percontohan nasional menuai kritik keras dari kelompok masyarakat.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews