Connect With Us

Pemandu Karaoke Dianiaya Suami Siri di Istana Nelayan

Achmad Irfan Fauzi | Rabu, 25 Oktober 2017 | 08:00

Hotel Istana Nelayan Jatiuwung, Kota Tangerang . (@TangerangNews 2015 / Denny Bagoes Irawan)


TANGERANGNEWS.com-Seorang wanita pemandu lagu dianiaya oleh tamu yang juga suami sirinya sendiri di dalam room karaoke Istana Nelayan, Jatiuwung, Kota Tangerang, Rabu (23/10/2017).  Akibat kejadian itu, korban mengalami luka lecet dan memar di bagian leher serta wajahnya.

"Korban bernama Azka. Dia merupakan istri siri dari pelaku yang bernama Raymond," kata Kapolsek Jatiuwung Kompol Eliantoro Jalmaf saat dikonfirmasi TangerangNews.com, Selasa (24/10/2017). Sebelum kejadian penganiayaan, mulanya Raymond yang berprofesi sebagai penyalur TKI di Bandara Soekarno-Hatta itu memang sengaja membooking Azka melalui mami atau koordinator pemandu karaoke.



Kemudian, sesaat berada di dalam room, mereka sempat cekcok mulut sehingga berlangsunglah penganiayaan terhadap Azka.  "Cekcok di room," tambah Elianto.

Korban mengalami luka lecet dan memar di wajah serta lehernya. Meski begitu, penganiayaan tersebut tidak dibawa ke proses hukum lebih lanjut.  "Tidak di laporkan ke polsek," tambah dia. Endingnya, Raymond dan Azka malah pulang bersama-sama dari tempat karaoke tersebut. "Setelah kejadian pelaku dan korban pulang bersama," paparnya.(DBI/DBI)

BANDARA
Komisi VII DPR RI Tegur Pengelola Bandara Soekarno-Hatta Soal Banjir hingga Delay

Komisi VII DPR RI Tegur Pengelola Bandara Soekarno-Hatta Soal Banjir hingga Delay

Jumat, 16 Januari 2026 | 22:13

Komisi VII DPR RI memberikan teguran terkait masalah banjir, kemacetan hingga delay penerbangan di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Kota Tangerang. Masalah klasik ini dinilai dapat menghambat kemajuan pariwisata Indonesia.

WISATA
Habiskan Rp2,3 Miliar, Apa Saja Isi Tugu Titik Nol Tangerang?

Habiskan Rp2,3 Miliar, Apa Saja Isi Tugu Titik Nol Tangerang?

Selasa, 20 Januari 2026 | 19:51

Tugu titik nol Kabupaten Tangerang yang sempat menjadi kontroversi lantaran memakan anggaran sebesar Rp2,3 miliar kini sudah mulai beroperasi dan dipergunakan sebagai taman literasi digital untuk masyarakat.

OPINI
Bukan Kandang Setan, Tapi Benteng Digital

Bukan Kandang Setan, Tapi Benteng Digital

Jumat, 23 Januari 2026 | 18:22

Argumentasi yang dibangun oleh Khikmawanto mengenai urgensi pembuatan "Kandang Setan" di Kota Tangerang memang terdengar seperti sebuah kejujuran yang menyentak di tengah kelesuan moralitas publik.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill