Mendidik Generasi, Bukan Sekadar Mengawasi
Senin, 19 Oktober 2026 | 20:44
Ada yang patut kita renungkan dari program 108 polisi yang ditugaskan menjadi “Bapak Asuh” bagi pelajar di Kota Tangerang. Sekilas, program ini terdengar menenangkan.
TANGERANGNEWS.com-Para guru dan siswa SMPN 1 Kosambi panik saat kejadian ledakan mercon di gudang kembang api ketika sedang berlangsung, Kamis (26/10/2017).
Pasalnya, sekolah tersebut berdampingan dengan pabrik petasan yang meledak hingga menewaskan 47 korban jiwa.
SMPN 1 Kosambi dengan PT Panca Buana Cahaya Sukses letaknya sangat berdampingan, yakni hanya sekitar 20 meter saja antara pintu sekolah dan pintu pabrik.
Keduanya gedung tersebut berlokasi di Jalan Raya SMPN 1 Kosambi, Desa Belimbing RT 20/10, Kecamatan Kosambi, Kabupaten Tangerang.
Didalam video amatir yang direkam oleh salah seorang guru, terlihat bahwa seluruh siswa-siswi dan guru sangat panik dengan berteriak histeris. Mereka berusaha menyelamatkan diri dari ledakan dahsyat yang muncul dari gedung petasan.
Akhienya mereka berhasil menyelamatkan diri melalui pintu belakang sekolah yang terpaksa dibobol karena pada saat itu pintu tengah terkunci.
"Anak sekolah pada disuruh pulang (menyelamatkan diri) lewat pintu belakang, jadi pintunya itu dibobol," kata Andri pemilik rumah di samping sekolah.
Kebakaran gedung mercon berlangsung selama 4 jam setengah, mulai dari pukul 09.00 WIB hingga pukul 13.30 WIB api berhasil dijinakkan oleh petugas kebakaran yang datang ke lokasi pada pukul 10.00 WIB.
"Ketika petugas datang jam 10, api sudah berkobar besar karena memang bahan-bahan yang ada digedung mudah terbakar. Kami lakukan pemadaman dengan 10 unit mobil damkar dari Kabupaten Tangerang dan 2 unit mobil damkar dari Kota," ujar Oni Sahroni Komandan Pos Damkar Pakuhaji Kosambi.
Kebakaran hebat tersebut memanggang 49 korban jiwa, dan memanggang beberapa sepeda motor milik karyawan yang terparkir disamping gedung.
Bau pekat asap bahan petasan yang menyengat masih tercium di sekitar lokasi.
Selain itu, halaman sekolah pun berantakan akibat dihujani serpihan bahan petasan yang terpental akibat ledakan.(DBI/HRU)
Ada yang patut kita renungkan dari program 108 polisi yang ditugaskan menjadi “Bapak Asuh” bagi pelajar di Kota Tangerang. Sekilas, program ini terdengar menenangkan.
TODAY TAGUlama kondang asal Kabupaten Tangerang KH. Ahmad Fudholi meninggal dunia setelah menjalani perawatan pascakecelakaan di Tol Tangerang-Merak.
Bencana kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di sejumlah wilayah Indonesia berdampak langsung pada sektor penerbangan.
Insiden kebakaran hebat yang melanda kawasan industri di Jalan Industri Raya VIII, Pasir Jaya, Kecamatan Jatiuwung, Kota Tangerang menghanguskan sekitar sembilan gudang, pada Selasa 20 Oktober 2026.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews