Connect With Us

Korban Bom Surabaya Warga Kota Tangerang

Achmad Irfan Fauzi | Senin, 14 Mei 2018 | 16:00

Almarhum Lim Gwat Ni, 56, warga Tangerang yang menjadi korban pasca tragedi pengeboman di Surabaya. (@TangerangNews/2018 / Achmad Irfan Fauzi)


TANGERANGNEWS.com-Aksi pengeboman yang dilakukan terorisme dengan mengguncang tiga Gereja di Surabaya telah menelan belasan korban jiwa.

Belasan korban jiwa tewas seketika di Gereja Santa Maria Tak Bercela di Jalan Ngagel, Gereja Pantekosta di Jalan Arjuno, dan Gereja Kristen Indonesia (GKI) di Jalan Diponegoro, Minggu (13/5/2018) kemarin.

Rupanya, dari belasan korban jiwa yang tewas, salah satunya berasal dari Tangerang. Korban diketahui bernama Lim Gwat Ni.

Perempuan berusia 56 tahun tersebut merupakan warga Poris Indah Blok C6 RT 6/6 No 267, Kelurahan Cipondoh Indah, Kecamatan Cipondoh, Kota Tangerang.

"Istri saya jadi salah satu korban bom di Surabaya," ujar Aan Teza, 60, saat ditemui di rumah duka, Senin (14/5/2018).

Korban salah satu jamaah di Gereja Santa Maria Tak Bercela, Surabaya, Jawa Timur. Hingga kini, keluarga korban masih menunggu jenazah di rumah duka. Sebab, korban masih berada di RS Bhayangkara Surabaya.

"Istri saya masih di rumah sakit. Anak saya sudah menyusul ke Surabaya," ucapnya.(RAZ/HRU)

WISATA
Catat Jadwalnya, Festival Layang-layang Meriahkan Akhir Pekan di Paramount Petals

Catat Jadwalnya, Festival Layang-layang Meriahkan Akhir Pekan di Paramount Petals

Minggu, 18 Oktober 2026 | 12:15

Paramount Petals Tangerang menghadirkan Festival Layang-layang Paramount Petals sebagai pilihan aktivitas akhir pekan bagi keluarga.

HIBURAN
Duet Perdana Dian Sastrowardoyo dan Roy Sungkono dalam Film 'Yang Datang dan Yang Pergi', Ini Kisahnya

Duet Perdana Dian Sastrowardoyo dan Roy Sungkono dalam Film 'Yang Datang dan Yang Pergi', Ini Kisahnya

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:26

Dian Sastrowardoyo dan Roy Sungkono dipertemukan dalam kisah penuh makna yang merangkai romansa, rahasia keluarga, dan konflik lintas generasi melalui film layar lebar terbaru bertajuk Yang Datang dan Yang Pergi.

OPINI
Penjajahan Digital dan Masa depan Teknologi Dalam Islam

Penjajahan Digital dan Masa depan Teknologi Dalam Islam

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:50

Penjajahan digital ( kolonialisme digital) adalah bentuk penguasaan atau kontrol terhadap suatu negara, masyarakat, atau individu melalui teknologi, platform digital, algoritma, serta penguasaan data.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill