Almarhum Lim Gwat Ni, 56, warga Tangerang yang menjadi korban pasca tragedi pengeboman di Surabaya. (@TangerangNews/2018 / Achmad Irfan Fauzi)
TANGERANGNEWS.com-Aksi pengeboman yang dilakukan terorisme dengan mengguncang tiga Gereja di Surabaya telah menelan belasan korban jiwa.
Belasan korban jiwa tewas seketika di Gereja Santa Maria Tak Bercela di Jalan Ngagel, Gereja Pantekosta di Jalan Arjuno, dan Gereja Kristen Indonesia (GKI) di Jalan Diponegoro, Minggu (13/5/2018) kemarin.
Rupanya, dari belasan korban jiwa yang tewas, salah satunya berasal dari Tangerang. Korban diketahui bernama Lim Gwat Ni.
Perempuan berusia 56 tahun tersebut merupakan warga Poris Indah Blok C6 RT 6/6 No 267, Kelurahan Cipondoh Indah, Kecamatan Cipondoh, Kota Tangerang.
"Istri saya jadi salah satu korban bom di Surabaya," ujar Aan Teza, 60, saat ditemui di rumah duka, Senin (14/5/2018).
Korban salah satu jamaah di Gereja Santa Maria Tak Bercela, Surabaya, Jawa Timur. Hingga kini, keluarga korban masih menunggu jenazah di rumah duka. Sebab, korban masih berada di RS Bhayangkara Surabaya.
"Istri saya masih di rumah sakit. Anak saya sudah menyusul ke Surabaya," ucapnya.(RAZ/HRU)
Besarnya arus kendaraan di suatu kawasan dinilai tidak lagi menjadi satu-satunya tolok ukur utama bagi pelaku usaha ritel dalam menentukan lokasi ekspansi bisnis.
Richard Lee menantang Samira Farahnaz alias Doktif untuk hadir dalam sidang kasus dugaan pelanggaran perlindungan konsumen yang menjerat dirinya sebagai terdakwa.
""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""