Connect With Us

Bahaya Makanan Berformalin di Tangerang saat Puasa, Begini Cara Menghindarinya

Achmad Irfan Fauzi | Sabtu, 26 Mei 2018 | 14:22

Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangerang dr Liza Puspa Dewi. (TangerangNews.com/2018 / Ahmad Irfan Fauzi)

TANGERANGNEWS.com-Saat bulan suci Ramadan, acap kali dihiasi dengan berbagai macam jenis makanan ketika sahur maupun berbuka puasa. Namun sangat berbahaya jika makanan tersebut mengandung boraks, formalin atau bahan pengawet lainnya.

Tentu hal itu membuat Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangerang dr Liza Puspa Dewi mengimbau agar masyarakat menghindari makanan yang terkontaminasi dengan bahan pengawet. Menurut Liza, ciri makanan tersebut dapat dibedakan dari tekstur.

"Untuk tahu jenis makanan berformalin itu memiliki tekstur agak keras dibanding biasanya. Sedangkan, untuk ikan laut nampak dilihat dari kondisi yang agak membiru dan nampak tidak segar," ujarnya, Sabtu (26/5/2018).

Sebagai contoh, apabila makanan basah seperti daging tidak dikerumuni lalat, maka pembeli pantas curiga. Pasalnya, lalat tidak akan menghinggapi makan basah yang mengandung boraks, formalin atau bahan pengawet lainnya. Selain itu, masyarakat juga diminta menghindari makanan dengan warna yang mencolok serta makanan kaleng.

"Masyarakat harus terliti, jangan karena warna yang mencolok, menggiurkan lalu dibeli. Jangan, harus teliti karena khawatir pewarna buatan," katanya.

Liza menambahkan bahwa lebih baik masyarakat menyediakan sayur untuk makanan sahur yang lebih sehat. Dia juga menyarankan agar masyarakat, meracik sendiri menu buka puasa.

"Kalau untuk menu buka puasa, lebih baik racik dari buah-buahan yang sehat dan bergizi. Itu jangan dicampur sama pewarna macam-macam, biar lebih sehat," imbuhnya.(RAZ/HRU)

MANCANEGARA
Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Selasa, 14 Juli 2026 | 13:48

Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut

OPINI
Supervisi yang Membina, Bukan Sekadar Menilai

Supervisi yang Membina, Bukan Sekadar Menilai

Jumat, 30 Oktober 2026 | 18:29

Bagi sebagian guru, kata “supervisi” masih terdengar seperti jadwal ujian: tegang, penuh persiapan dadakan, lalu lega ketika selesai. Padahal supervisi dirancang untuk membantu guru bertumbuh. Jika hanya berhenti pada pengisian instrumen

BANDARA
Jadi Pintu Gerbang Indonesia, Menteri Pendidikan Sayangkan Tulisan Bahasa Inggris Dominan di Bandara Soekarno-Hatta

Jadi Pintu Gerbang Indonesia, Menteri Pendidikan Sayangkan Tulisan Bahasa Inggris Dominan di Bandara Soekarno-Hatta

Kamis, 29 Oktober 2026 | 20:58

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti menyinggung penggunaan bahasa Indonesia di ruang publik yang dinilainya masih kalah dominan dibandingkan bahasa Inggris.

KOTA TANGERANG
Cari Informasi Keimigrasian Lebih Mudah, Warga Tangerang Bisa Akses Layanan SAPA Imigrasi

Cari Informasi Keimigrasian Lebih Mudah, Warga Tangerang Bisa Akses Layanan SAPA Imigrasi

Jumat, 30 Oktober 2026 | 19:28

Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Non TPI Tangerang terus memperkuat komitmennya dalam memberikan pelayanan publik yang profesional dan responsif.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill