Connect With Us

Ini Faktor yang Mendongkrak Kotak Kosong di Pilkada Kota Tangerang versi Pengamat

Achmad Irfan Fauzi | Kamis, 28 Juni 2018 | 20:21

Pengamat Kebijakan Publik, Ibnu Jandi dari Pegiat LSM Kebijakan Publik (LKP). (TangerangNews.com/2018 / Achmad Irfan Fauzi)

 

TANGERANGNEWS.com-Pengamat Kebijakan Publik, Ibnu Jandi ungkap faktor yang mendongkrak perolehan kotak kosong pada Pilkada Kota Tangerang. Menurut pegiat LSM Kebijakan Publik (LKP) itu, hasil quick qount yang dilakukan pihaknya memang menunjukkan pasangan calon Arief-Sachrudin menang mutlak dari kotak kosong.

"Kebetulan hasilnya 86 persen untuk paslon Arief dan 14 persen untuk kotak kosong dan mungkin hasil akhir KPU juga hampir sama dengan quick count yang saya buat ini," kata nya saat ditemui di Jalan Berhias, Pasar Baru, Kota Tangerang, Kamis (28/6/2018).

Jandi kemudian membeberkan peta politik perolehan suara itu. Menurutnya, 11 kecamatan di Kota Tangerang dominan mendukung paslon Arief-Sachrudin. Namun, pada dua kecamatan lainnya yaitu Ciledug dan Pinang dominan memilih kotak kosong.

Sementara, faktor yang menyebabkan pemilih di dua wilayah itu lebih dominan mendukung kotak kosong, Jandi menuding karena gagalnya Sachrudin maju sebagai Calon Wali Kota dan lebih memilih kembali menjadi Calon Wakil Wali Kota.

"Disana kan basis Golkar. Sachrudin kan gagal maju sendiri. Nah itu yang disesalkan pemilih di sana. Sehingga pemilih berasumsi ngapainlah milih Sachrudin mending milih kotak kosong'," bebernya.

Selain faktor tersebut, ai menilai masyarakat di di wilayah timur Kota Tangerang itu merasa dianaktirikan dalam pembangunan.

"Pembangunan kok wilayah barat saja sih. Nah itu faktor yang paling kencang yang saya lihat," imbuhnya lagi.

Sehingga kedua hal itu menurutnya menjadi faktor pendongkrak dukungan terhadap kotak kosong. Dukungan terhadap Arief-Sachrudin berkurang karena kekecewaan kader dan simpatisan Sachrudin.

"Dukungan kepada Sachrudin berkurang, karena kecewaan pemilih," tukasnya(RAZ/HRU)

NASIONAL
PLN Pulihkan 11 Gardu Induk di Flores Pascagempa M7,7, Satu Penyulang Masih Gangguan

PLN Pulihkan 11 Gardu Induk di Flores Pascagempa M7,7, Satu Penyulang Masih Gangguan

Minggu, 16 Agustus 2026 | 18:02

PT PLN (Persero) mempercepat pemulihan sistem kelistrikan di wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), setelah gempa bumi berkekuatan M7,7 terjadi pada Sabtu, 15 Agustus 2026, pagi.

TANGSEL
Sudah Ditertibkan Masih Dipasang Diam-diam, Pemkot Tangsel Copot dan Sita Kabel Fiber Optik Ilegal

Sudah Ditertibkan Masih Dipasang Diam-diam, Pemkot Tangsel Copot dan Sita Kabel Fiber Optik Ilegal

Jumat, 14 Agustus 2026 | 23:28

Sejumlah kabel dan tiang fiber optik yang dipasang secara ilegal di beberapa ruas jalan utama ditertibkan dan disita tanpa ganti rugi oleh Pemerintah (Pemkot) Kota Tangerang Selatan (Tangsel),

WISATA
BSD Urbanatura Eco Urban Park, Taman Kota Seluas 12 Hektare dengan Aliran Sungai Cijantra

BSD Urbanatura Eco Urban Park, Taman Kota Seluas 12 Hektare dengan Aliran Sungai Cijantra

Kamis, 6 Agustus 2026 | 14:41

Sebuah taman kota multifungsi dengan bentangan jalur sungai sepanjang 1,5 kilometer yang dikelilingi lanskap tropis rimbun kini hadir di BSD City, Tangerang.

AYO! TANGERANG CERDAS
7 Sekolah Swasta Mundur dari Program Sekolah Gratis, DPRD Minta Pemprov Carikan Solusi untuk Siswa

7 Sekolah Swasta Mundur dari Program Sekolah Gratis, DPRD Minta Pemprov Carikan Solusi untuk Siswa

Selasa, 28 Juli 2026 | 14:04

Sekretaris Komisi V DPRD Provinsi Banten, Rifky Hermansyah, meminta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Provinsi Banten menjamin hak siswa yang terdampak setelah tujuh SMA swasta mengundurkan diri dari Program Sekolah Gratis.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill