Connect With Us

Kekerasan Anak di Kota Tangerang Capai 53 Kasus, Penculikan Menjadi Tren

Achmad Irfan Fauzi | Minggu, 5 Agustus 2018 | 16:00

Anak-anak Kota Tangerang menyanyikan lagu Indonesia Raya saat acara Perayaan Hari Anak Nasional di Atrium Metropolis, Kota Tangerang, Minggu (5/8/2018). (@TangerangNews / Achmad Irfan Fauzi)

TANGERANGNEWS.com-Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Tangerang mencatat di semester pertama mulai Januari hingga Juli 2018, kasus kekerasan terhadap anak mencapai 53 kejadian.

"Kekerasan anak masih ada di kota Tangerang. Kemarin tuh sampai 53 kasus," kata Iis Rodiyah, Kepala DP3AP2KB Kota Tangerang saat Perayaan Hari Anak Nasional, di Atrium Metropolis, Tangerang, Minggu (5/8/2018).

Angka kasus yang diterimanya tersebut merupakan laporan dari masyarakat. Iis pun mengapresiasi pelaporan tersebut. Karena menurutnya, masyarakat kini telah ikut serta berperan untuk menekan jumlah kekerasan anak.

"Sebetulnya dengan adanya pelaporan kaitan kasus kekerasan itu bagus berarti sekarang masyarakat sudah berani untuk lapor. Karena selama ini ada hal itu tidak berani sebab bisa dibilang aib keluarga," ucap Iis.

Kabid Perlindungan Perempuan dan Anak DP3AP2KB Kota Tangerang Irna Rudiana menjelaskan, 53 kejadian kekerasan anak yang terjadi di kota Tangerang tersebut kasusnya beragam. Mulai dari kekerasan fisik, kekerasan psikis, sampai kasus kriminal. Namun, yang paling tinggi adalah kasus bullying.

"Bullying termasuk tinggi. Kasus yang ada juga pola asuh cukup banyak, orang tua sibuk akhirnya dapat kekerasan dari luar," jelasnya.

Selain itu, kasus penculikan terhadap anak juga menjadi tren di kota Tangerang. Kasus penculikan ini pula mengalami pergeseran tren, jika dahulu pelaku penculikan anak adalah orang lain, namun sekarang orang terdekat.

"Pergeseran tren itu kalau dulu banyak kasus misalkan penculikan, dan sekarang juga ada. Tapi lebih banyak dilakukan oleh orang terdekat. Jadi harus hati-hati, orang terdekat harus diwaspadai," imbuh Irna.(RAZ/RGI)

SPORT
Spanyol Rebut Gelar dari Argentina, Ferran Torres Akhiri Perlawanan Tim Tango di Final Piala Dunia 2026

Spanyol Rebut Gelar dari Argentina, Ferran Torres Akhiri Perlawanan Tim Tango di Final Piala Dunia 2026

Senin, 20 Juli 2026 | 07:04

Spanyol berhasil merebut trofi Piala Dunia 2026 setelah menaklukkan juara bertahan Argentina dengan skor tipis 1-0 pada laga final yang berlangsung di New Jersey, Amerika Serikat, Senin, 20 Juli 2026, dini hari WIB.

TANGSEL
7 Ditangkap, Polisi Masih Buru 2 Tersangka Pembunuhan Prajurit TNI AD di Kelapa Dua

7 Ditangkap, Polisi Masih Buru 2 Tersangka Pembunuhan Prajurit TNI AD di Kelapa Dua

Senin, 27 Juli 2026 | 17:59

Polres Tangerang Selatan (Tangsel) terus mengusut tuntas kasus pengeroyokan yang mengakibatkan gugurnya personel TNI Angkatan Darat (AD), Prada ABS, 21 di Jalan Raya Pondok Hijau Golf, Desa Curug Sangereng, Kecamatan Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang

NASIONAL
BGN Ancam Tutup Permanen Dapur MBG yang Nekat Gunakan Barang dan Bahan Pokok Subsidi

BGN Ancam Tutup Permanen Dapur MBG yang Nekat Gunakan Barang dan Bahan Pokok Subsidi

Selasa, 28 Juli 2026 | 14:31

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono menegaskan dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang tetap menggunakan barang subsidi meski sudah diperingatkan akan ditutup secara permanen.

BANDARA
Bea Cukai Bandara Soetta Gerebek Lab Etomidate di Perumahan Mewah PIK, 1 WNA Singapura Ditangkap

Bea Cukai Bandara Soetta Gerebek Lab Etomidate di Perumahan Mewah PIK, 1 WNA Singapura Ditangkap

Senin, 20 Juli 2026 | 13:49

Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Soekarno-Hatta (Soetta) bersama Polresta Bandara Soetta membongkar jaringan laboratorium gelap (clandestine lab) atau industri rumahan peracikan cairan etomidate.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill