Connect With Us

Pasien Operasi Katarak Gagal di RS Mulya Pengguna BPJS

Achmad Irfan Fauzi | Senin, 4 Februari 2019 | 20:59

RS Mulya di Jalan KH Hasyim Ashari, Pinang, Kota Tangerang. (TangerangNews/2019 / Achmad Irfan Fauzi)

 

TANGERANGNEWS.com-Belasan pasien yang diduga menjadi gagalnya operasi katarak di RS Mulya, Pinang, Kota Tangerang rupanya peserta asuransi Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS).

"Enggak dibebankan biaya. Kebetulan juga semuanya BPJS," kata Tim Penasehat Hukum keluarga korban Hika Putra, Senin (4/2/2019).

Menurutnya, sebanyak 15 penderita katarak tersebut mendaftarkan administrasi ke RS Mulya sebagai pasien BPJS. Pendaftaran pun diterima.

Hingga akhirnya, belasan pasien ini menjalani operasi katarak secara serentak untuk bisa sembuh dengan biaya ditanggung BPJS pada Minggu (27/1/2019).

"Mereka daftar dihari berbeda-beda. Tapi dijadwalkan operasi pada hari yang sama, serentak," tuturnya.

Hika pun mengaku merasa heran, karena operasi katarak yang diduga gagal hingga mengancam para pasien kehilangan penglihatan sebelah matanya ini dilaksanakan secara serentak.

"Ini sangat mencurigakan sekali dalam sehari operasi bisa 15 orang dan hampir 100 persen gagal," ucapnya.

"Bahkan informasi dari korban itu tindakan operasinya ada yang cuma 15 menit. Memang secara medis kita tidak tahu bagaimana. Yang jelas mereka mengalami cacat permanen," sambungnya.

Hingga kini, 15 pasien tersebut telah dirujuk ke RS Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta. Sementara empat pasien diantaranya telah menjalani operasi pengangkatan mata.

Kadiv Humas dan Marketing RS Mulya Ade Suhendi membenarkan jika belasan pasien katarak tersebut menjalani operasi di RS Mulya dan kemudian dirujuk ke RSCM.

"Dengar dari dokter mata ada komplikasi dirujuk ke RSCM yang lebih lengkap peralatannya. Tapi nanti saya tanya dulu ke bagian medis kalau saya tidak begitu tahu persis," jelas Ade.(RMI/HRU)

BANTEN
Pabrik Sepatu di Lebak Tutup hingga PHK 2.000 Buruh, Pungli dan Intimidasi Ormas Disorot

Pabrik Sepatu di Lebak Tutup hingga PHK 2.000 Buruh, Pungli dan Intimidasi Ormas Disorot

Senin, 2 November 2026 | 18:33

Gelombang Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) bertahap yang menimpa sekitar 2.000 pekerja akibat penutupan pabrik sepatu PT Parkland World Indonesia (PWI) 6 di Kabupaten Lebak, Banten, menjadi sinyal bahaya bagi keberlangsungan iklim investasi daerah.

BISNIS
YesssCredit Tawarkan Bunga Mulai 0% hingga Gratis Cicilan Lewat Roadshow di Tangerang

YesssCredit Tawarkan Bunga Mulai 0% hingga Gratis Cicilan Lewat Roadshow di Tangerang

Selasa, 3 November 2026 | 17:57

YesssCredit, perusahaan pembiayaan berizin yang telah diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), menawarkan program pembiayaan yang mudah kepada masyarakat Tangerang dalam roadshow perdana di Tangcity Mall.

TOKOH
KH Ahmad Fudholi Meninggal Dunia Usai Jalani Perawatan Akibat Kecelakaan

KH Ahmad Fudholi Meninggal Dunia Usai Jalani Perawatan Akibat Kecelakaan

Senin, 7 September 2026 | 15:29

‎Ulama kondang asal Kabupaten Tangerang KH. Ahmad Fudholi meninggal dunia setelah menjalani perawatan pascakecelakaan di Tol Tangerang-Merak.

SPORT
Hanya Diikuti Tiga Daerah, PSSI Batalkan Pertandingkan Cabor Sepak Bola Putri PORPROV VII Banten 2026 

Hanya Diikuti Tiga Daerah, PSSI Batalkan Pertandingkan Cabor Sepak Bola Putri PORPROV VII Banten 2026 

Selasa, 3 November 2026 | 21:01

Cabang olahraga (cabor) sepak bola putri pada Pekan Olahraga Provinsi (PORPROV) VII Banten 2026 dipastikan batal dipertandingkan.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill