Connect With Us

Operasi Katarak Diduga Gagal, Pemkot Tangerang: Semua Akan Terlibat

Achmad Irfan Fauzi | Kamis, 7 Februari 2019 | 21:52

Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangerang dr Liza Puspadewi. (TangerangNews/2018 / Achmad Irfan Fauzi)

 

TANGERANGNEWS.com-Pemerintah Kota Tangerang melalui Dinas Kesehatan belum menentukan jadwal untuk pihak manajemen RS Mulya.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangerang dr Liza Puspadewi mengatakan, bahwa sejauh ini pihaknya masih melakukan investigasi terkait 15 pasien yang mengalami infeksi mata pasca melakukan operasi katarak di RS Mulya.

"Kita investigasi dulu. Yang jelas kita akan panggil," ujarnya kepada reporter TangerangNews di Puspemkot Tangerang, Kamis (7/2/2019).

Menurutnya, seluruh pihak akan terlibat dalam peristiwa dugaan kelalaian manajemen RS Mulya ketika menangani operasi katarak yang hingga kini 5 pasien telah diangkat matanya.

"Nanti semuanya akan terlibat di situ," ucapnya.

Ia menambahkan bahwa sebelumnya pelaksanaan operasi katarak yang berujung infeksi mata belum pernah terjadi di Kota Tangerang.

"Belum pernahlah kaya gini," tukasnya.

Diberitakan sebelumnya, 17 pasien BPJS menjalani operasi katarak di RS Mulya pada Minggu (27/1/2019). Namun pasca operasi tersebut, 15 pasien diantaranya mengalami kesakitan dimatanya diduga infeksi karena bernanah. Mereka pun kemudian dirujuk ke RS Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta untuk penanganan medis lebih lanjut. Hingga kini, berdasarkan pengakuan Tim Kuasa Hukum keluarga korban, 5 dari 15 pasien tersebut telah menjalani operasi pengangkatan mata di RSCM.(RMI/HRU)

MANCANEGARA
Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Selasa, 14 Juli 2026 | 13:48

Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut

BANTEN
Belanja APBD Banten Baru Terserap 35 Persen, Proyek Fisik Belum Berjalan

Belanja APBD Banten Baru Terserap 35 Persen, Proyek Fisik Belum Berjalan

Rabu, 22 Juli 2026 | 14:11

Serapan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Banten hingga pertengahan tahun 2026 masih tergolong rendah. Hingga akhir semester pertama, realisasi belanja daerah tercatat baru mencapai sekitar 35 persen

BANDARA
Bea Cukai Bandara Soetta Gerebek Lab Etomidate di Perumahan Mewah PIK, 1 WNA Singapura Ditangkap

Bea Cukai Bandara Soetta Gerebek Lab Etomidate di Perumahan Mewah PIK, 1 WNA Singapura Ditangkap

Senin, 20 Juli 2026 | 13:49

Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Soekarno-Hatta (Soetta) bersama Polresta Bandara Soetta membongkar jaringan laboratorium gelap (clandestine lab) atau industri rumahan peracikan cairan etomidate.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill