Connect With Us

Guru Honorer Meradang Soal P3K, Arief: Tunggu Tanggal Mainnya

Achmad Irfan Fauzi | Jumat, 22 Februari 2019 | 16:04

Wali Kota Tangerang Arief R Wismansyah. (@TangerangNews / Achmad Irfan Fauzi)

 

TANGERANGNEWS.com-Para guru honorer kategori 2 (K2) meradang karena ditolak Pemkot Tangerang ketika mendaftar penerimaan seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K).

Ratusan tenaga pendidik itu sempat mengadukan aspirasinya ke DPRD setempat untuk menindaklanjuti permasalahan tersebut pada Kamis (21/2/2019). Namun hingga kini, tidak menemukan titik terang.

Merasa tak puas dengan hasil pertemuan itu, para guru yang mengajar murid SD ini berencana menggeruduk kediaman Wali Kota Tangerang Arief R Wismansyah pada Jumat (22/2/2019) pagi. Namun rencana itu batal.

Menanggapi keluh kesan para pahlawan tanpa jasa itu, Arief R Wismansyah menyebutkan bahwa dirinya  tela berkordinasi dengan Pemprov Banten terkait persoalan seleksi P3K.

"Ditunggu nanti tanggal mainnya. Jadi kan kemarin masalah anggaran, kita sudah konsultasi nih ada bukti WA-nya (pesan WhatsApp) ke Provinsi," ujar Arief usai peresmian Sentra Oleh-oleh di Jalan Veteran Raya, Kota Tangerang.

Arief mengatakan, dalam koordinasi dengan Pemrov Banten beberapa waktu lalu, Pemkot Tangerang diusulkan untuk sama-sama tidak menggelar seleksi P3K karena terkendala anggaran.

Menurutnya, rencana upah P3K akan ditanggung pemerintah pusat. Namun ketika detik-detik seleksi, pemerintah daerah yang mesti menanggungnya.

"Provinsi enggak menyelenggarakan katanya. Jadi kan kita ngikut," ucapnya.

Namun rupanya meskipun gaji ditanggung pemerintah daerah, sejumlah daerah pun masih tetap menggelar seleksi P3K dengan menggunakan anggaran perubahan.

"Nah ternyata daerah lain melaksanakan karena anggarannya dilakukan di perubahan," jelasnya.

Arief menambahkan, bahwa ia tengah menjalani komunikasi dengan pemerintah pusat melalui Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko dan akan melapor ke Presiden Jokowi karena kebetulan tengah berkunjung di kawasan Tangsel.

"Jadi sekarang kita koordinasi, saya tadi kirim WA ke Pak Moeldoko belum mendapat balasan. Mudah-mudah saya laporkan Pak Presiden. Tapi tadi dari BKN silahkan mempersilahkan. Doain saja semoga bisa terlaksanakan,' paparnya.(RAZ/HRU)

HIBURAN
Penggagas Soundtrack KKN di Desa Penari Ciptakan Lagu Tepis Stereotip Horor Gunung Kawi

Penggagas Soundtrack KKN di Desa Penari Ciptakan Lagu Tepis Stereotip Horor Gunung Kawi

Jumat, 9 Januari 2026 | 13:50

Musisi asal Gunung Kawi, Matoha Mino, merilis lagu berjudul Gunung Kawi sebagai bentuk respons terhadap persepsi yang menurutnya keliru dan telah lama berkembang di masyarakat terkait stigma tentang Gunung Kawi

OPINI
Paradoks IPM Tinggi: Antara Capaian Angka dan Kualitas Manusia

Paradoks IPM Tinggi: Antara Capaian Angka dan Kualitas Manusia

Rabu, 7 Januari 2026 | 19:00

enaikan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Tangerang patut diapresiasi. Namun, pertanyaan mendasarnya bukan sekadar soal angka, melainkan arah manusia yang sedang dibentuk.

TOKOH
Innalillahi, Epy Kusnandar ”Kang Mus” Meninggal Dunia

Innalillahi, Epy Kusnandar ”Kang Mus” Meninggal Dunia

Rabu, 3 Desember 2025 | 18:21

Kabar duka datang dari dunia hiburan Tanah Air. Aktor senior Epy Kusnandar meninggal dunia pada Rabu, 3 Desember 2025.Informasi tersebut pertama kali dibagikan melalui unggahan akun Instagram istrinya, Karina Ranau.

NASIONAL
1.000 Genset Dikirim, Warga Terdampak Banjir Aceh Teraliri Listrik Sementara

1.000 Genset Dikirim, Warga Terdampak Banjir Aceh Teraliri Listrik Sementara

Sabtu, 10 Januari 2026 | 21:32

Desa Pante Peusangan, Kabupaten Bireuen, Provinsi Aceh, perlahan kembali teraliri listrik sementara melalui bantuan genset dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) bersama PT PLN (Persero)

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill