Mengenal Teknologi Photobiomodulation (PBM) untuk Perawatan Kulit Tingkat Sel
Jumat, 4 September 2026 | 22:14
Industri estetika medis dan dermatologi global kini tengah mengalami pergeseran paradigma (shifting).
TANGERANGNEWS.com-Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Tangerang Erlan Rusnarlan menyebutkan pembuatan E-KTP telah mencapai 99,40 persen atau 1.250.000 orang. Sementara sisanya, atau sekitar 2 ribu orang belum memiliki E-KTP.
"Sekarang sudah 99,40 persen. Jadi kurang lebih ada 2 ribu orang lagi yang belum," kata Erlan kepada TangerangNews, Senin (25/2/2019).
Erlan mengungkapkan, 2 ribu orang yang belum memiliki kartu kependudukan itu karena sejumlah alasan. Salah satunya sedang di luar Kota Tangerang atau pindah domisili namun tidak melapor.
"Kami sudah berupaya kami mengundang dan disuruh datang ke kecamatan atau pelayanan dukcapil atau hari Sabtu-Minggu juga kami siap melayani," ujarnya.
Erlan mengatakan berbagai upaya telah dilakukan untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat mengenai legalitas kependudukan. Mulai dari jemput bola ke tiap-tiap kecamatan hingga ke sekolah menengah atas (SMA) untuk melakukan perekaman.
"Terus-menerus oleh kami diupayakan. Termasuk yang beranjak usia 17 tahun oleh kami diupayakan perekaman," jelasnya.
Erlan menambahkan bahwa memang tak mungkin 100 persen warga di Kota Tangerang mempunyai E-KTP karena ada penduduk yang sudah pindah domisili dan sudah tua sehingga menganggap kartu identitas ini kurang penting.
"Ya namanya penduduk faktornya itu tadi. Jadi sulit kalau mencapai 100 persen," tukasnya.(MRI/RGI)
Industri estetika medis dan dermatologi global kini tengah mengalami pergeseran paradigma (shifting).
TODAY TAGBadan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan Provinsi Banten mulai melakukan pemeriksaan semester II Tahun 2026 terhadap Pemerintah Provinsi (Pemprov) setempat.
Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang terus memperluas pelaksanaan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) bagi anak usia sekolah.
Kebakaran hutan dan lahan merupakan tantangan tata kelola yang berulang setiap siklus musim kemarau di Indonesia. Keterlambatan respons mesin birokrasi pemerintah daerah maupun pusat tidak sekadar berakar pada persoalan anomali cuaca.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews