Connect With Us

Warga Tangerang Khawatir Peredaran Obat Kedaluwarsa

Achmad Irfan Fauzi | Kamis, 22 Agustus 2019 | 18:39

Kabid Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan Kota Tangerang Sudarto (kiri) memperlihatkan ketersediaan farmasi saat sidak di UPT Puskesmas Sukasari untuk memastikan kondisinya tidak kedaluwarsa. (@TangerangNews / Achmad Irfan Fauzi)

TANGERANGNEWS.com—Warga Kota Tangerang mulai khawatir dengan peredaran obat kedaluwarsa. Warga berharap pemerintah harus teliti dalam mengecek kondisi obat yang akan dikonsumsi masyarakat.

Iam, warga Kecamatan Tangerang, Kota Tangerang mengaku khawatir mendengar insiden peredaran obat kedaluwarsa yang dikonsumsi seorang wanita hamil di sebuah Puskemas di Jakarta.

"Saya tahu adanya peredaran obat di Puskesmas Jakarta. Saya khawatir kejadian itu terjadi di Kota Tangerang," ujarnya kepada TangerangNews di Puskesmas Sukasari, Kota Tangerang, Kamis (22/8/2019).

Iam mengaku tidak pernah menerima obat yang dikonsumsinya dikala sakit sudah kedaluwarsa. Namun, ia menginginkan pemerintah lebih waspada dalam mengantisipasi peredaran obat kedaluwarsa.

BACA JUGA:

"Pemerintah harus teliti dalam pengecekan obat-obatan agar tidak beredar yang kondisinya kedaluwarsa," katanya.

Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan Kota Tangerang Sudarto mengatakan, pihaknya terus berupaya memberikan konsumsi obat yang aman dan nyaman, tidak kedaluwarsa.

Sudarto juga menuturkan, Tim Kefarmasian Perbekalan Kesehatan (KPK) Dinas Kesehatan Kota Tangerang gencar melakukan pembinaan dan pengawasan demi memastikan sarana pelayanan kefarmasian sesuai dengan regulasi.

"Kami sama-sama berproses untuk memastikan bahwa obat yang diminum masyarakat harus layak dan aman demi pelayanan kesehatan secara paripurna," jelasnya.

Kepala UPT Puskesmas Sukasari Efi Handayani menuturkan, pihaknya sangat teliti dalam memberikan obat-obatan kepada pasiennya.

Menurutnya, obat-obatan yang datang ke Puskesmas dari Dinas Kesehatan selalu dicek dengan teliti. Kemudian disimpan dalam gudang.

"Jadi, dari awal obat-obatan datang, kami langsung mengeceknya. Jika sudah pasti tanggalnya, baru kita simpan di gudang," katanya.

"Setiap permintaan farmasi ke dinas, kami belum pernah menemukan yang kondisinya sudah kedaluwarsa," imbuhnya.

Kata Efi, farmasi yang diberikan kepada pasiennya status kedaluwarsanya selalu dicermati dahulu. Tentunya, tutur Efi, jika kedaluwarsa tidak akan diberikan kepada pasien.

"Intinya kami tetap memperhatikan tanggal kedaluwarsanya," pungkasnya.(MRI/RGI)

TEKNO
Cek Loker hingga Harga Bahan Pokok Kini Bisa Lewat Aplikasi Tangsel One

Cek Loker hingga Harga Bahan Pokok Kini Bisa Lewat Aplikasi Tangsel One

Senin, 5 Oktober 2026 | 18:54

Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Pemkot Tangsel) terus melengkapi aplikasi Tangsel One dengan berbagai layanan.

PROPERTI
Hadapi Tantangan Backlog Perumahan, LippoLand Kembangkan Hunian Rp100 Jutaan

Hadapi Tantangan Backlog Perumahan, LippoLand Kembangkan Hunian Rp100 Jutaan

Jumat, 2 Oktober 2026 | 17:18

Memasuki usianya yang ke-39 di industri properti Tanah Air, LippoLand terus memperluas perannya dari pengembang kawasan menjadi property enabler.

WISATA
Tak Maksimal Sumbang PAD, Wisata Kabupaten Tangerang Terkendala Regulasi dan Lahan

Tak Maksimal Sumbang PAD, Wisata Kabupaten Tangerang Terkendala Regulasi dan Lahan

Selasa, 6 Oktober 2026 | 19:40

Potensi pariwisata di Kabupaten Tangerang belum memberikan kontribusi maksimal terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).

NASIONAL
Dapat Subsidi Rp3 Juta, Pelunasan Haji Reguler 2027 Cuma Rp23,2 Juta

Dapat Subsidi Rp3 Juta, Pelunasan Haji Reguler 2027 Cuma Rp23,2 Juta

Rabu, 7 Oktober 2026 | 21:41

Komisi VIII DPR RI bersama Pemerintah resmi menyepakati Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) Tahun 1448 H/2027 M.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill