Mengapa Mengurus Negara Butuh Lebih dari Sekadar Nyali?
Senin, 20 April 2026 | 19:56
-Belakangan ini, ruang publik kita diwarnai oleh narasi yang cukup mengusik logika akademik: mengurus negara konon tak bisa hanya mengandalkan "ilmu buku".
TANGERANGNEWS.com—Puluhan pelajar SMA/SMK yang hendak maupun telah ikut aksi demonstrasi di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta diamankan polisi di sekitaran Tangerang.
Setelah dimintai keterangan, para pelajar tersebut sebagian besar tidak mengetahui tujuan aksi unjuk rasa.
"Nggak, nggak tahu (tujuannya)," kata AD, pelajar asal Kabupaten Tangerang di Mapolres Metro Tangerang Kota, Kamis (26/9/2019) dinihari.
BACA JUGA:
Para pelajar mengaku turut serta dalam demonstrasi hanya ingin ikut-ikutan. AD mengaku, tidak ada ajakan dari pihak orang tua maupun sekolah untuk ikut aksi.
Ia juga menyebut, ajakan aksi unjuk rasa tersiar dalam media sosial. "Ajakannya dari medsos, lihat Instagram. Share-share di medsos," ungkapnya.


AD pun mengatakan, tidak mengetahui pembuat poster-poster yang dibawa kelompok pelajarnya ini untuk dipampang di depan gedung DPR RI.
"Nggak tahu juga. Saya mau pulang. Nggak mau ikut lagi," tuturnya.
Sementara itu, Kapolres Metro Tangerang Kota Kombes Abdul Karim menduga ada pihak-pihak yang menggerakkan para pelajar ini untuk ikut aksi demonstrasi.
"Mereka tahunya dari media sosial tapi kita akan dalami sumbernya dari mana. Karena tidak mungkin hanya lewat medsos mereka tergerak," pungkasnya.(RAZ/RGI)
-Belakangan ini, ruang publik kita diwarnai oleh narasi yang cukup mengusik logika akademik: mengurus negara konon tak bisa hanya mengandalkan "ilmu buku".
TODAY TAGBadan Karantina Indonesia (Barantin) melalui Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Banten (Karantina Banten) memusnahkan gulma Asphodelus Fistulosus yang ditemukan pada 27.000 ton komoditas biji gandum impor dari Australia.
Kantor Bupati Tangerang di Tigaraksa, Kabupaten Tangerang didatangi ratusan warga yang melakukan aksi demo terkait alih fungsi lahan pertanian di Kecamatan Teluknaga, pada Rabu 22 April 2026.
Presiden Prabowo Subianto mengingatkan situasi geopolitik dunia yang memanas, terutama konflik di kawasan Timur Tengah, berpotensi menimbulkan dampak bagi berbagai sektor di Indonesia.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews