Investasi Rp177 Miliar, Motor Listrik Canggih Omoway Resmi Dirakit di Balaraja Tangerang
Rabu, 17 Juni 2026 | 16:50
Pasar kendaraan listrik di Indonesia kembali kedatangan pemain baru yang menawarkan beragam fitur canggih.
TANGERANGNEWS.com—Petugas Satpol PP menertibkan 15 bangunan semi permanen di kawasan Kecamatan Pinang, Kota Tangerang, Kamis (10/10/2019).
Seperti diketahui, pagelaran MTQ ke-20 tingkat Kota Tangerang akan berlangsung di wilayah Kecamatan Pinang selama 16-19 Oktober 2019.
Sehingga, dengan penertiban lapak-lapak pedagang itu, tidak ada kendala aktivitas di jalan raya dan pemandangan kawasan demi menyukseskan acara MTQ.
Saat penertiban berlangsung, beberapa pemilik rumah dan lapak yang digusur petugas tampak pasrah. Para pedagang bahkan membantu petugas untuk membereskan perlengkapan jualannya.
"Kami pasrah ditertibkan daripada ribut-ribut sama saja nanti tetap dirobohkan juga," ucap Yusril, pedagang kacamata yang kini beralih menjual dagangannya secara daring ( online ).
Baca Juga :
Sementara, Camat Pinang M Agun Djuhemdi mengatakan, penertiban yang dilakukan oleh petugas gabungan tersebut karena bangunan semi permanen itu sudah terbengkalai.
Kata dia, hal itu berdampak mengganggu jalur lalu lintas serta membuat jalur yang dilalui itu kurang sedap dipandang. "Demi kesuksesan acara MTQ," jelas Agun.
Menurut Agun, ada sejumlah bangunan liar yang belum sempat ditertibkan lantaran masih dihuni pedagang dan belum sempat pindah.
"Kita beri tenggang waktu untuk mencari kontrakan. Karena sebetulnya lahan itu milik pribadi, saya enggak tahu apakah pemilik tanah itu dikontrakan atau ikhlas. Yang pasti itu bangunan liar," pungkasnya.(RMI/HRU)
Pasar kendaraan listrik di Indonesia kembali kedatangan pemain baru yang menawarkan beragam fitur canggih.
TODAY TAGPemerintah Kabupaten (Tangerang) berencana mengadakan nonton bareng (Nobar) FIFA World Cup 2026 di 29 Kecamatan yang berada di wilayah tersebut.
Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Soekarno-Hatta (Soetta) berhasil mencegah keberangkatan tiga warga negara Indonesia (WNI) yang diduga hendak bekerja secara ilegal atau nonprosedural di Kamboja.
Pengamat Ekonomi Energi Universitas Gadjah Mada (UGM) Fahmy Radhi meminta pemerintah memberikan penjelasan secara terbuka terkait penyebab sebenarnya pemadaman listrik yang terjadi di sejumlah daerah.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews