Pakons Prime Hotel Tangerang Hadirkan Wedding Showcase, Tawarkan Paket Mulai Rp32 Juta
Jumat, 25 September 2026 | 22:29
Pakons Prime Hotel Tangerang menggelar Showcase Wedding selama dua hari selama tanggal 25 hingga 26 September 2026.
TANGERANGNEWS.com—Sebanyak 200 pegawai Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tangerang dites urine oleh BNN yang bekerja sama dengan Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik setempat.
Tes urine berlangsung di kantor Dinas Lingkungan Hidup, Kecamatan Neglasari, Kota Tangerang, Selasa (19/11/2019). Hasilnya, terdapat tiga pegawai yang diduga terdeteksi positif narkoba.
Namun hal itu ditepis Kepala Kesbangpol Kota Tangerang Deni Koswara. Ia menyebut, berdasarkan hasil sementara, pegawai yang positif itu akibat mengkonsumsi obat-obatan, bukan narkoba.
BACA JUGA:
"Mereka mengkonsumsi obat batuk, sehingga ada kandungan dalam urinenya," ujarnya.
Ia menyatakan, apabila terindikasi menggunakan narkoba, maka yang bersangkutan akan diperiksa lebih lanjut.
Menurutnya operasi tes urine ini merupakan kegiatan rutin untuk menciptakan lingkungan masyarakat atau pegawai agar terbebas dari narkoba.
Sementara itu, Sekretaris DLH Kota Tangerang Maryono Hasan menambahkan, pihaknya akan menunggu hasil atas pemeriksaan urine yang dilakukan Kesbangpol tersebut.
"Kita tunggu hasil yang akurat dari Kesbangpol, apakah ada indikasi penggunaan narkoba atau tidak di lingkup Dinas Lingkungan Hidup," pungkasnya.
Hingga kini, belum ada keterangan resmi dari BNN Kota Tangerang ihwal hasil tes urine tersebut karena masih dalam pengecekan.(RAZ/RGI)
Pakons Prime Hotel Tangerang menggelar Showcase Wedding selama dua hari selama tanggal 25 hingga 26 September 2026.
TODAY TAGKementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) RI mendorong pemanfaatan Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence/AI) oleh tenaga pendidik dalam metode pembelajaran di ruang kelas lewat program Terpujilah GURU 2026
Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews