Sering Terbangun Malam Hari untuk Kencing? Waspada Gejala Pembesaran Prostat
Jumat, 19 Juni 2026 | 19:18
Sering terbangun di malam hari untuk buang air kecil kerap kali dianggap sepele dan dinilai sebagai bagian normal dari proses penuaan.
TANGERANGNEWS.com—Sebanyak 200 pegawai Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tangerang dites urine oleh BNN yang bekerja sama dengan Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik setempat.
Tes urine berlangsung di kantor Dinas Lingkungan Hidup, Kecamatan Neglasari, Kota Tangerang, Selasa (19/11/2019). Hasilnya, terdapat tiga pegawai yang diduga terdeteksi positif narkoba.
Namun hal itu ditepis Kepala Kesbangpol Kota Tangerang Deni Koswara. Ia menyebut, berdasarkan hasil sementara, pegawai yang positif itu akibat mengkonsumsi obat-obatan, bukan narkoba.
BACA JUGA:
"Mereka mengkonsumsi obat batuk, sehingga ada kandungan dalam urinenya," ujarnya.
Ia menyatakan, apabila terindikasi menggunakan narkoba, maka yang bersangkutan akan diperiksa lebih lanjut.
Menurutnya operasi tes urine ini merupakan kegiatan rutin untuk menciptakan lingkungan masyarakat atau pegawai agar terbebas dari narkoba.
Sementara itu, Sekretaris DLH Kota Tangerang Maryono Hasan menambahkan, pihaknya akan menunggu hasil atas pemeriksaan urine yang dilakukan Kesbangpol tersebut.
"Kita tunggu hasil yang akurat dari Kesbangpol, apakah ada indikasi penggunaan narkoba atau tidak di lingkup Dinas Lingkungan Hidup," pungkasnya.
Hingga kini, belum ada keterangan resmi dari BNN Kota Tangerang ihwal hasil tes urine tersebut karena masih dalam pengecekan.(RAZ/RGI)
Sering terbangun di malam hari untuk buang air kecil kerap kali dianggap sepele dan dinilai sebagai bagian normal dari proses penuaan.
TODAY TAGPasar kendaraan listrik di Indonesia kembali kedatangan pemain baru yang menawarkan beragam fitur canggih.
Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Soekarno-Hatta (Soetta) berhasil mencegah keberangkatan tiga warga negara Indonesia (WNI) yang diduga hendak bekerja secara ilegal atau nonprosedural di Kamboja.
Kasus hantavirus kembali menjadi sorotan setelah muncul laporan infeksi virus langka tersebut di kapal pesiar MV Hondius yang dikabarkan menyebabkan korban meninggal dunia.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews