Cuaca Panas Bikin Tubuh Rentan Dehidrasi, Dokter Imbau Masyarakat Cukupi Air Putih
Kamis, 2 April 2026 | 10:39
Meningkatnya suhu udara saat musim kemarau membuat tubuh lebih cepat kehilangan cairan akibat produksi keringat yang meningkat.
TANGERANGNEWS.com-Rektor Universitas Muhammadiyah Tangerang (UMT) Ahmad Amarullah membenarkan salah satu dosen UMT terkonfirmasi suspect COVID-19. Amarullah menyebut, dosen itu sedang menjalani perawatan di RS Mitra Kemayoran Jakarta.
“Kami konfirmasi bahwa benar salah satu dosen kami 80 persen suspect Covid-19,” ujar dia dalam keterangan tertulisnya, Jumat (20/3/2020).
Amarullah menjelaskan dosen yang tak dibeberkan identitasnya ini merasakan gejala COVID-19, yakni demam tinggi sejak 9 Maret 2020 dan langsung dilakukan rawat inap hingga saat ini.
“Jadi, menutur teori siklus masa inkubasi COVID-19, diperkirakan yang bersangkutan sudah terpapar COVID-19 sejak 4 Maret 2020 di luar kampus UMT,” jelasnya.
Namun, kabar baik pun menyelimuti sang dosen itu. Amarullah menuturkan kondisi sang dosen sudah mulai membaik dengan suhu tubuh saat ini 36,4 derajat celcius.
“Maka, atas dasar tersebut keluarganya mengharapkan pengertian para kolega dan awak media agar dapat menjaga privasi untuk mempercepat kesembuhan,” tuturnya.
Amarullah menyarankan bagi kolega dan mahasiswa yang sebelum 9 Maret 2020 melakukan kontak fisik dengan sang dosen itu agar melakukan screening di fasilitas kesehatan setempat.
“Untuk memastikan kampus steril, pada hari ini dilakukan penyemprotan cairan disinfektan di seluruh ruangan untuk membasmi COVID-19,” pungkasnya.(RMI/HRU)
Meningkatnya suhu udara saat musim kemarau membuat tubuh lebih cepat kehilangan cairan akibat produksi keringat yang meningkat.
TODAY TAGDinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Tangerang mencatat tingginya angka kunjungan masyarakat ke sejumlah destinasi wisata selama periode libur Hari Raya Nyepi dan Idulfitri 1447 Hijriah.
Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) mulai menggelar program Outbreak Response Immunization (ORI) secara serentak, guna memperkuat perlindungan kesehatan anak dari risiko penularan campak.
Perkembangan kawasan perkotaan di Indonesia dalam beberapa waktu terakhir menunjukkan perubahan dalam pola pengembangan hunian.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews