Connect With Us

Mitos Dibalik Nama Periuk, Lokasi Langganan Banjir di Kota Tangerang

Redaksi | Minggu, 12 Juli 2020 | 10:20

Petugas BPBD Kota Tangerang membantu masyarakat yang ingin menyebrang melewati akses Jalan Regency yang banjir di Kecamatan Periuk, Kota Tangerang. (TangerangNews/2019 / Achmad Irfan Fauzi)

TANGERANGNEWS.com-Setiap memasuki musim penghujan, beberapa lokasi di Kota Tangerang menjadi langganan banjir. Namun, dari sekian wilayah, Kecamatan Periuk terbilang yang terparah.

Bahkan, pada medio awal tahun 2020 ini, saat banjir besar kembali melanda di momentum pergantian tahun, kemeriahan pesta menyambut tahun baru, berganti duka bagi warga perumahan Perumahan Periuk Jaya, Garden City dan Periuk Indah.

Di sini, ketinggian air sempat menyentuh angka tertinggi, yaitu 190 sentimeter. Sehingga banjir itu menenggelamkan 4 RW, 23 RT, dan 200 Kepala Keluarga di kawasan perumahan Periuk Jaya Kota Tangerang.

Selang sekitar bulan, banjir kembali melanda kawasan tersebut pada 1 Februari 2020. Banjir melanda 12 lokasi di Kecamatan Periuk. Termasuk kawasan Jembatan Alamanda; lingkungan RT 01 hingga RT 04 di RW 21 Kelurahan Gebang Raya; daerah Pondok Arum, dan Perumahan Garden City. 

Karena menjadi lokasi rawan banjir, kemudian muncul mitos dibalik nama kecamatan Periuk tersebut.

Dilansir dari Kompas.com, Jika dilihat dari artinya, tak heran daerah yang dijuluki berbentuk periuk atau wajan melengkung ini langganan banjir.

Dari buku "Melacak Asal Muasal Nama Kampung di Kota Tangerang" yang ditulis Burhanudin, Kecamatan Periuk merupakan kecamatan terkecil di Kota Tangerang dengan hanya terdapat 5 kelurahan saja.

Burhanudin menulis nama Periuk berasal dari banyak arti, versi pertama menjelaskan kalau dahulu wilayah kecamatan Periuk menjadi tempat masyarakat dengan profesi pembuat tembikar atau gerabah.

Tanah di Periuk dinilai sebagai tanah yang cocok untuk membuat kerajinan gerabah, begitu juga gerabah berbntuk periuk.

"Mungkin karena di kampung ini banyak yang berprofesi sebagai tukan bikin periuk disebutnya kampung Periuk," tutur Junaedi dalam buku yang ditulis Burhanudin, Jumat (10/1/2020).

Sedangkan versi lainnya mengatakan bahwa Kampung Periuk memang sejak lama sudah menjadi tempat genangan air.

Di Periuk, ketika musim penghujan orang-orang sering mencari ikan karena memang tempat tersebut seperti lekukan danau dan rawa.

"Jadi disebut periuk karena tempat ngumpul air di sini, letaknya paling rendah dibanding tempat lain," kata Suahemi salah satu narasumber dalam buku tersebut.

Burhanudin menulis, Periuk menjadi bagian dari daerah tampungan air di Kota Tangerang dan kini sudah menjadi kawasan padat penududuk, bahkan daerah hulu yang rendah pun sudah tidak terlihat.

Tak heran, Periuk kini menjadi daerah langganan banjir yang airnya berhari-hari tak surut. (RMI/RAC)

TEKNO
Download Aplikasi by.U: Cara Instal dan Kenali Fitur Utamanya

Download Aplikasi by.U: Cara Instal dan Kenali Fitur Utamanya

Senin, 21 September 2026 | 17:29

Aplikasi by.U menjadi pusat pengelolaan layanan yang bisa kamu akses langsung dari perangkat mobile. Dari satu aplikasi, kamu dapat mengecek kuota, melakukan pembelian, melihat promo, mengumpulkan uCoin, dan mencari hiburan ketika sedang senggang.

KOTA TANGERANG
Jawab Kebutuhan Listrik Besar untuk AI dan Pusat Data, Wärtsilä Unjuk Teknologi Pembangkit Modular di Enlit Asia ICE BSD

Jawab Kebutuhan Listrik Besar untuk AI dan Pusat Data, Wärtsilä Unjuk Teknologi Pembangkit Modular di Enlit Asia ICE BSD

Rabu, 23 September 2026 | 19:38

Indonesia kini memasuki fase baru dalam transisi energi yang didorong oleh pesatnya ekspansi energi terbarukan serta peningkatan permintaan listrik dari sektor industrialisasi, elektrifikasi, dan perkembangan pusat data berbasis kecerdasan buatan

HIBURAN
VIVERE Hotel Hadirkan “Big Days, Open Doors”, Open House untuk Konsultasikan Acara Pernikahan 

VIVERE Hotel Hadirkan “Big Days, Open Doors”, Open House untuk Konsultasikan Acara Pernikahan 

Senin, 21 September 2026 | 17:09

VIVERE Hotel, ARTOTEL Curated menghadirkan open house dengan konsep berbeda melalui “Big Days, Open Doors”.

WISATA
PLN Sulap Potensi Desa Bandung Pandeglang Jadi Wisata Ramah Lingkungan 

PLN Sulap Potensi Desa Bandung Pandeglang Jadi Wisata Ramah Lingkungan 

Kamis, 3 September 2026 | 10:45

PLN Group mengembangkan Desa Bandung, Kecamatan Banjar, Kabupaten Pandeglang, Banten, menjadi kawasan wisata berbasis energi bersih melalui Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Desa Berdaya Eco-Wisata SiNyonya.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill