Refleksi 1 Tahun Kepemimpinan Gubernur Banten: Sebuah Surat Terbuka
Kamis, 5 Februari 2026 | 20:38
Dalam balutan seminar nasional itu, Anda memamerkan angka 60 ribu siswa sekolah gratis seolah-olah itu adalah tiket emas menuju surga kesejahteraan.
TANGERANGNEWS.com-Setiap memasuki musim penghujan, beberapa lokasi di Kota Tangerang menjadi langganan banjir. Namun, dari sekian wilayah, Kecamatan Periuk terbilang yang terparah.
Bahkan, pada medio awal tahun 2020 ini, saat banjir besar kembali melanda di momentum pergantian tahun, kemeriahan pesta menyambut tahun baru, berganti duka bagi warga perumahan Perumahan Periuk Jaya, Garden City dan Periuk Indah.
Di sini, ketinggian air sempat menyentuh angka tertinggi, yaitu 190 sentimeter. Sehingga banjir itu menenggelamkan 4 RW, 23 RT, dan 200 Kepala Keluarga di kawasan perumahan Periuk Jaya Kota Tangerang.
Selang sekitar bulan, banjir kembali melanda kawasan tersebut pada 1 Februari 2020. Banjir melanda 12 lokasi di Kecamatan Periuk. Termasuk kawasan Jembatan Alamanda; lingkungan RT 01 hingga RT 04 di RW 21 Kelurahan Gebang Raya; daerah Pondok Arum, dan Perumahan Garden City.
Karena menjadi lokasi rawan banjir, kemudian muncul mitos dibalik nama kecamatan Periuk tersebut.
Dilansir dari Kompas.com, Jika dilihat dari artinya, tak heran daerah yang dijuluki berbentuk periuk atau wajan melengkung ini langganan banjir.
Dari buku "Melacak Asal Muasal Nama Kampung di Kota Tangerang" yang ditulis Burhanudin, Kecamatan Periuk merupakan kecamatan terkecil di Kota Tangerang dengan hanya terdapat 5 kelurahan saja.
Burhanudin menulis nama Periuk berasal dari banyak arti, versi pertama menjelaskan kalau dahulu wilayah kecamatan Periuk menjadi tempat masyarakat dengan profesi pembuat tembikar atau gerabah.
Tanah di Periuk dinilai sebagai tanah yang cocok untuk membuat kerajinan gerabah, begitu juga gerabah berbntuk periuk.
"Mungkin karena di kampung ini banyak yang berprofesi sebagai tukan bikin periuk disebutnya kampung Periuk," tutur Junaedi dalam buku yang ditulis Burhanudin, Jumat (10/1/2020).
Sedangkan versi lainnya mengatakan bahwa Kampung Periuk memang sejak lama sudah menjadi tempat genangan air.
Di Periuk, ketika musim penghujan orang-orang sering mencari ikan karena memang tempat tersebut seperti lekukan danau dan rawa.
"Jadi disebut periuk karena tempat ngumpul air di sini, letaknya paling rendah dibanding tempat lain," kata Suahemi salah satu narasumber dalam buku tersebut.
Burhanudin menulis, Periuk menjadi bagian dari daerah tampungan air di Kota Tangerang dan kini sudah menjadi kawasan padat penududuk, bahkan daerah hulu yang rendah pun sudah tidak terlihat.
Tak heran, Periuk kini menjadi daerah langganan banjir yang airnya berhari-hari tak surut. (RMI/RAC)
Dalam balutan seminar nasional itu, Anda memamerkan angka 60 ribu siswa sekolah gratis seolah-olah itu adalah tiket emas menuju surga kesejahteraan.
TODAY TAGKomisi X DPR RI menyoroti sejumlah masalah di Banten. Fokus utama pada tingginya angka pemuda dalam kategori NEET atau tidak bekerja (not in employment), tidak bersekolah (education) dan tidak mengikuti pelatihan (training).
Pendaftaran Tes Kemampuan Akademik (TKA) untuk jenjang SD dan SMP dijadwalkan mulai dibuka pada Senin 19 Januari 2026.
Pelatih Kepala Tim Nasional (Timnas) Indonesia U-17 Nova Arianto menyebut bahwa skuad musuh berada di posisi yang lebih diunggulkan pada laga yang akan digelar di Indomie Arena Tangerang.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews