Connect With Us

Rusak Mobil & Pukuli Polisi, 6 Pelaku Demo Anarkis di Tangerang Jadi Tersangka

Achmad Irfan Fauzi | Rabu, 14 Oktober 2020 | 14:11

Para tersangka berinisial EBP, DG, MTS, MS, S, dan MI, pelaku perusakan mobil polisi dan pemukulan anggota polisi saat jumpa pers di Mapolres Metro Tangerang Kota, Rabu (14/10/2020). (TangerangNews / Achmad Irfan Fauzi)

 

TANGERANGNEWS.com–Enam orang dijadikan tersangka karena terlibat dalam aksi anarkis saat demo menolak UU Omnibus Law Cipta Kerja di Kota Tangerang, pada 8 Oktober 2020.

Dalam aksi tersebut mereka melakukan perusakan mobil polisi dan pemukulan anggota polisi. Keenam tersangka yang masing-masing berinisial EBP, DG, MTS, MS, S, dan MI tersebut dihadirkan dalam jumpa pers di Mapolres Metro Tangerang Kota, Rabu (14/10/2020).

"Dari enam tersangka, empat diantaranya pelajar, satu orang buruh, dan satu pengangguran," ujar Kapolres Metro Tangerang Kota Kombes Sugeng Hariyanto. 

 

Para tersangka ini memiliki peran berbeda dalam melakukan aksi anarkis yang terjadi dalam demonstrasi penolakan UU Omnibus Law Cipta Kerja di Jalan Daan Mogot, Batuceper, Kota Tangerang.

Untuk tersangka EBP, berperan menendang dan melempar batu kepada salah satu anggota polisi. Sedangkan tersangka DG juga melempar batu ke arah polisi dan TNI, serta merusak tutup tangki kendaraan Sabhara.

 

Tersangka MTS melempar batu ke petugas polisi dan melempar botol ke arah mobil patroli Sabhara. Tersangka MS menendang lampu sign depan sebelah kiri mobil patroli Sabhara. Tersangka S naik ke atap mobil dan menginjak-injak mobil patroli. Sementara MI berperan menendang pintu sebelah kiri mobil patroli Shabara sebanyak tiga kali. 

Kapolres menuturkan pihaknya masih mendalami apakah ada indikasi kegiatan aksi anarkis tersebut diorganisir. Pihaknya pun memeriksa percakapan di telepon genggam milik para tersangka.

 

"Hingga saat ini belum ada indikasi adanya pemberian uang kepada para pelaku dari komunikasi HP yang bersangkutan, hanya bersifat ajakan saja. Belum mendalami sampai kesana, seandainya memang ada yang mendanai akan kita proses," ungkapnya.

 

Atas perbuatannya, para tersangka diancam dengan Pasal 170 KUHP dengan ancaman 9 tahun penjara, Pasal 212 juncto Pasal 213 KUHP ancaman hukuman 8 tahun 6 bulan, dan pasal 365 KUHP dengan ancaman hukuman 2 tahun 8 bulan.(RAZ/HRU)

WISATA
Pop Hotel Bandara Soekarno-Hatta Tawarkan Promo Relax & Enjoy Package untuk Wisatawan

Pop Hotel Bandara Soekarno-Hatta Tawarkan Promo Relax & Enjoy Package untuk Wisatawan

Rabu, 17 Juli 2024 | 15:29

TANGERANGNEWS.com-Liburan musim sekolah di Indonesia telah usai, namun bukan menjadi hambatan bagi wisatawan asing atau lokal yang berlibur ke luar.

HIBURAN
Mau Jadi Komika? Yuk Ikut Kelas Stand Up Comedy Gratis di Kota Tangerang

Mau Jadi Komika? Yuk Ikut Kelas Stand Up Comedy Gratis di Kota Tangerang

Rabu, 17 Juli 2024 | 12:53

Bagi warga Kota Tangerang yang ingin menjadi komika, kini dapat mengikuti kelas Stand Up Comedy secara gratis.

TANGSEL
Jaga Shift Malam, Pagi-pagi Satpam di Pondok Aren Tangsel Ditemukan Tewas Tergeletak

Jaga Shift Malam, Pagi-pagi Satpam di Pondok Aren Tangsel Ditemukan Tewas Tergeletak

Kamis, 18 Juli 2024 | 18:27

Seorang pria berinisial AD, 48, yang berprofesi sebagai satpam di salah satu gedung di Kecamatan Pondok Aren, Kota Tangerang Selatan (Tangsel) ditemukan tergeletak sudah tak bernyawa, Kamis 18 Juli 2024, pagi.

NASIONAL
GEAS PLN Siap Sediakan Energi Hijau untuk Sektor Industri Indonesia

GEAS PLN Siap Sediakan Energi Hijau untuk Sektor Industri Indonesia

Rabu, 17 Juli 2024 | 17:04

PT PLN (Persero) bertekad untuk memenuhi kebutuhan listrik ramah lingkungan bagi sektor industri di Indonesia melalui layanan Green Energy as a Service (GEAS).

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill