Connect With Us

Dishub Tangerang Juga Kesal dengan Operator Truk karena Langgar Komitmen

Achmad Irfan Fauzi | Senin, 16 November 2020 | 19:01

Kepala Dinas Perhubungan Kota Tangerang Wahyudi Iskandar. (@TangerangNews / Istimewa)

TANGERANGNEWS.com–Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Tangerang Wahyudi Iskandar juga kesal dengan masih banyaknya dump truk yang berlalu lalang di Kota Tangerang melanggar peraturan waktu operasional. 

"Intinya kami minta komitmen dari semua operator truk untuk patuh terhadap ketentuan. Tapi mereka masih bandel," ujarnya kepada TangerangNews, Senin (16/11/2020). 

Kota Tangerang memiliki Peraturan Wali Kota No. 30/2012 tentang jam operasional truk. Dalam regulasi itu, truk dilarang melintasi Kota Tangerang selama pukul 06.00-20.00, dan hanya diperbolehkan selama pukul 20.00-06.00.

Wahyudi mengatakan, operator dump truk melanggar komitmen terkait kepatuhan regulasi waktu operasional tersebut. Jika tidak patuh dengan regulasi, kondisi Kota Tangerang akan tetap seperti ini, yakni marak dilintasi truk yang melanggar. 

"Kami enggak diam. Kami sudah tegur. Semua sesuai kewenangan kami. Prinsipnya dibutuhkan kedisiplinan dari operator truk. Kalau tidak, kami selalu kucing-kucingan dengan truk," katanya. 

Wahyudi mengaku sejauh ini telah menggencarkan pengawasan dan pengendalian terkait truk  bertonase besar yang melanggar peraturan ini. 

"Langkah penindakan juga kami lakukan yang berkoordinasi dengan pihak Kepolisian," jelasnya.

Baca Juga :

Dalam penindakan, kata Wahyudi, Dishub bersama unsur PPNS dan Kepolisian menggelar razia rutin setiap 10 kali dalam sebulan. Dalam razia, truk yang melanggar ditilang Kepolisian, lalu armadanya disita di kantor Dishub. 

"Jadi semuanya sudah dilakukan. Lagi-lagi butuh komitmen bersama. Kalau tidak menyadari, ya susah," ucapnya. 

Wahyudi menuturkan aparat Dishub yang bertugas mengatur lalu lintas tidak dapat melakukan penindakan. Penindakan dapat dilakukan dengan unsur PPNS dan Kepolisian. 

"Terus kalau ada anggota yang diam melihat truk melanggar, ya enggak mungkin memberhentikan langsung kalau dia bukan penyidik," tuturnya. 

Wahyudi menambahkan, kendala masih ditemukannya truk yang melanggar regulasi karena armada-armada pengangkut material bisa masuk ke Kota Tangerang dari berbagai jalur.

Kendala lainnya adalah tidak adanya sanksi tegas bagi operator truk yang melanggar regulasi waktu operasional. 

"Mereka beroperasi, kan, ada izin. Izinnya bukan kami yang keluarkan, tapi otoritas. Kami imbau pengusaha bawa material tonasenya diturunin, seperti pakai truk engkel. Nah, imbauan ini sempat dijalani beberapa bulan, tapi sekarang pakai truk tonase besar lagi," pungkasnya. 

Sebelumnya, masyarakat Kota Tangerang kembali kesal dengan ramainya lalu lalang truk yang melintas di satelit Ibu Kota Jakarta ini. Kekesalannya pun dilampiaskan dengan membubarkan truk-truk di Jalan Juanda, Kecamatan Neglasari. (RED/RAC)

BANDARA
WN Korsel Kepergok Selundupkan 8 Biawak Dalam Koper di Bandara Soekarno-Hatta

WN Korsel Kepergok Selundupkan 8 Biawak Dalam Koper di Bandara Soekarno-Hatta

Senin, 17 Agustus 2026 | 17:07

Aksi nekat warga negara Korea Selatan (Korsel) berinisial JJ, 25, berujung jeruji besi. Ia diringkus setelah kedapatan menyelundupkan satwa liar endemik Indonesia yang disembunyikan di dalam kopernya, di Bandara Soekarno-Hatta (Soetta)

SPORT
Paramount Petals Cup 2026 Jadi Ajang Pembinaan Atlet Muda Curug 

Paramount Petals Cup 2026 Jadi Ajang Pembinaan Atlet Muda Curug 

Kamis, 13 Agustus 2026 | 10:13

Perayaan Hari Kemerdekaan ke-81 Republik Indonesia di Kecamatan Curug tahun ini tidak hanya diwarnai kegiatan seremonial. Tetapi juga menjadi sarana pembinaan atlet muda melalui gelaran Paramount Petals Cup 2026.

MANCANEGARA
Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Selasa, 14 Juli 2026 | 13:48

Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut

BISNIS
Perkuat Ekosistem Ritel, Joysparks Group Siapkan Gerai Baru di Tangerang

Perkuat Ekosistem Ritel, Joysparks Group Siapkan Gerai Baru di Tangerang

Selasa, 18 Agustus 2026 | 20:29

Setelah hampir dua dekade bertumbuh di industri ritel Indonesia, PT Star Maju Sentosa secara resmi memperkenalkan Joysparks Group sebagai identitas korporat baru yang menaungi seluruh portofolio bisnis perusahaan.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill