Tim SAR Cek Benda Mirip Kapal Terbalik Dekat Anak Krakatau, Hasilnya Nihil
Kamis, 17 September 2026 | 09:59
Video benda yang tampak seperti kapal terbalik di sekitar Gunung Anak Krakatau (GAK) beredar di media sosial.
TANGERANGNEWS.com—Banjir sempat merendam wilayah Selapajang, Kota Tangerang yang terjadi pada Kamis (21/1/2021) dini hari tadi. Padahal, wilayah tersebut jarang kebanjiran.
Ternyata, banjir ini dipicu saluran yang tersumbat sehingga air hujan tidak mengalir normal.
"Kejadian tadi subuh benar adanya disebabkan saluran air yang tersumbat dan air sudah surut total," ujar Febi Darmawan, Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Tangerang kepada TangerangNews.
Menurutnya, warga setempat telah membersihkan saluran air yang tersumbat tersebut. Sehingga, banjir telah surut.

Baca Juga :
"Adapun saluran air sudah dibersihkan oleh warga," katanya.
Febi mengimbau kepada warga untuk turut menjaga kebersihan lingkungan. Dia juga meminta warga untuk tidak membuang sampah sembarangan.
Sebelumnya diberitakan, wilayah Selapajang, Kota Tangerang banjir. Padahal, selama ini bisa dikatakan jarang terjadi kebanjiran.

Ketinggian air dikatakan warga Kelurahan Selapajang RT 5/4 Kota Tangerang mencapai sepaha orang dewasa.
“Tinggi sekali ini, memang tidak seperti awal tahun baru yang mencapai sepinggang orang dewasa, kali ini sepaha. Tapi ini hujan kan terus turun, kami sangat khawatir tolong informasikan kepada Pemerintah Daerah,” ujar @daylami_02 kepada TangerangNews.com, Kamis (21/1/2021) pagi. (RAZ/RAC)
Video benda yang tampak seperti kapal terbalik di sekitar Gunung Anak Krakatau (GAK) beredar di media sosial.
TODAY TAGPertumbuhan ekosistem digital yang semakin besar sering kali menciptakan tantangan baru, terutama dalam menjaga konektivitas, interaksi, dan peluang kolaborasi antarperusahaan agar berjalan beriringan.
Institut Teknologi Tangerang Selatan (ITTS) menorehkan pencapaian membanggakan di kancah pendidikan tinggi internasional.
Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews