Tak Maksimal Sumbang PAD, Wisata Kabupaten Tangerang Terkendala Regulasi dan Lahan
Selasa, 6 Oktober 2026 | 19:40
Potensi pariwisata di Kabupaten Tangerang belum memberikan kontribusi maksimal terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).
TANGERANGNEWS.com-Banjir pada 20 Februari 2021 yang melanda Kota Tangerang berdampak rusaknya lahan seluas 1800 meter persegi yang dikelola Kelompok Wanita Tani (KWT) Anthurium di Perumahan Pondok Arum, Kecamatan Karawaci.

Usai banjir pengurus KWT pun melakukan penataan ulang. Saat ini mereka sedang melakukan tanam bibit.

"Sebelum banjir kita mau panen timun, kembang kol, terong dan kubis karena cuaca hujan jadinya banjir, jadi yang tersisa cuma tomat," ujar Yuliana pengurus KWT Anthurium, Sabtu (27/2/2021).
Kawasan ini sempat terendam banjir setinggi 1 meter. Akibat banjir yang cukup tinggi ini, banyak tanaman yang mati dan gagal panen.

Yuliana menambahkan lahan pertanian ini sudah tiga kali terendam banjir dan ada beberapa tanaman yang tidak tahan air.
Ada pun berbagai jenis sayuran yang ditanam di lokasi tersebut seperti kubis, cabai, pokcoy, daun bawang, capcai merah, tomat rubi, kembang kol dan ubi kembili.
Selain menanam sayuran, KWT Anthurium juga memiliki hewan ternak seperti kambing dan ikan.
Potensi pariwisata di Kabupaten Tangerang belum memberikan kontribusi maksimal terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).
TODAY TAGMemasuki usianya yang ke-39 di industri properti Tanah Air, LippoLand terus memperluas perannya dari pengembang kawasan menjadi property enabler.
Ulama kondang asal Kabupaten Tangerang KH. Ahmad Fudholi meninggal dunia setelah menjalani perawatan pascakecelakaan di Tol Tangerang-Merak.
Rencana pemerintah menggratiskan biaya pendidikan negeri dari jenjang sekolah dasar hingga perguruan tinggi masih dalam tahap penyusunan.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews