Connect With Us

Barang-barang Ilegal Ditemukan dari Sel Tahanan Lapas Pemuda Tangerang

Achmad Irfan Fauzi | Jumat, 5 Maret 2021 | 11:05

Para petugas saat menunjukkan barang-barang sitaan hasil inspeksi mendadak dari sel tahanan Lapas Pemuda Kelas IIA Tangerang, Kamis (4/3/2021) malam. (@TangerangNews / Achmad Irfan Fauzi )

TANGERANGNEWS.com–Lembaga Pemasyarakatan Pemuda Kelas IIA Tangerang (Lapas Pemuda Kelas IIA Tangerang) menggelar inspeksi mendadak atau razia gabungan di blok hunian Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP), Kamis (4/3/2021) malam. 

Kepala Lapas Pemuda Kelas IIA Tangerang, Kadek Anton Budiharta, juga turut mendampingi dan memandu jalannya sidak gabungan ini. Tak lupa, seluruh Kepala UPT Pemasyarakatan Se-Tangerang Raya juga turut hadir mengawal jalannya kegiatan ini. 

Dalam hasil inspeksi di seluruh blok Lapas, para petugas tidak menemukan narkoba. Namun, para petugas menemukan barang-barang yang disita berupa sejumlah handphone serta alat-alat elektronik lainnya seperti kipas angin dan kabel listrik.

"Alhamdulillah seperti dilihat bahwa luar biasa begitu banyak hasil razia malam ini," ujar Agus Toyib, Kepala Kanwil Kemenkumham Banten.

Para petugas saat menunjukkan barang-barang sitaan hasil inspeksi mendadak dari sel tahanan Lapas Pemuda Kelas IIA Tangerang, Kamis (4/3/2021) malam.

Agus mengatakan, razia ini sebagai upaya pihaknya dalam mencegah peredaran narkoba serta mengantisipasi gangguan keamanan di dalam lapas. 

"Mudah-mudahan ini menjadi semangat kita untuk bersih-bersih di dalam lapas atau rutan," jelasnya. 

Menurutnya, barang-barang terlarang yang disita tersebut segera dimusnahkan. "Tentu iya (dimusnahkan). HP ini harus dirusak atau dicemplungin air garam. Yang jelas tidak boleh berfungsi lagi," katanya. 

Agus menambahkan, barang-barang terlarang ini bisa berada di dalam lapas karena petugas kelelahan dan terjadi kelengahan. Sehingga, hal ini menjadi evaluasi pihaknya. 

"Bisa saja ada kelelahan. Kelelahan-kelelahan itu bisa bikin petugas kekurangan ketelitian. Ini menjadi evaluasi," ungkapnya seraya menambahkan kalau razia ini akan dirutinkan. 

Kepala BNN Kota Tangerang AKBP Ichlas Gunawan menuturkan, pihaknya mengapresiasi adanya kegiatan razia di dalam lapas ini. 

"Saya mengapresiasi kegiatan ini dan bersyukur sudah dihubungi secara langsung oleh pjmpinan lapas ini menunjukan sinergitas," tuturnya. 

Para petugas saat menunjukkan barang-barang sitaan hasil inspeksi mendadak dari sel tahanan Lapas Pemuda Kelas IIA Tangerang, Kamis (4/3/2021) malam.

Ichsan menyebut, barang-barang yang disita ini merupakan fakta bahwa di dalam lapas masih ada barang-barang terlarang meskipun tidak ditemukan narkoba. 

"Ini bukan sesuatu yang diinginkan. Kita berhadapan dengan orang-orang yang bisa melakukan berbagai cara. Mudah-mudahan langkah awal ini bisa diikuti selanjutnya," katanya. 

Ichsan menambahkan, handphone yang ditemukan di dalam blok hunian narapidana tidak dicek BNN sebagai upaya pelacakan. Sebab, kata dia, sesuai peraturan akan dimusnahkan pihak lapas. "HP dimusnahkan," pungkasnya.

Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Agus Toyib, Kepala Kanwil Kemenkumham Banten dan Muji Raharjo Drajat Santoso, Kepala Divisi Pemasyarakatan Kanwil Kemenkumham Banten. Didampingi juga oleh Kepala BNN Kota Tangerang AKBP Ichlas Gunawan dan Sri Kurniati Handayani Pane selaku Kepala Divisi Pelayanan Hukum dan HAM Kanwil Kemenkumham Banten beserta jajaran.

PROPERTI
Hadir Hunian Modern Dekat Kawasan Industri Serang, Cicilan Mulai Rp700 Ribuan per Bulan

Hadir Hunian Modern Dekat Kawasan Industri Serang, Cicilan Mulai Rp700 Ribuan per Bulan

Jumat, 24 Juli 2026 | 16:24

Kabar gembira bagi masyarakat yang tengah berburu hunian layak dan terjangkau di Banten. Kawasan kota mandiri terbaru, Hunian Warisan Bangsa (HWB) Serang kini hadir untuk menjawab kebutuhan tempat tinggal para pekerja

TEKNO
MK Putuskan Kuota Internet Tak Boleh Hangus, Pengguna Berhak Pakai Sampai Habis

MK Putuskan Kuota Internet Tak Boleh Hangus, Pengguna Berhak Pakai Sampai Habis

Jumat, 24 Juli 2026 | 10:06

Mahkamah Konstitusi (MK) mengabulkan sebagian permohonan uji materi terkait kebijakan kuota internet yang hangus.

MANCANEGARA
Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Selasa, 14 Juli 2026 | 13:48

Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill