Pria di Kosambi Diciduk Polisi Jual 1.346 Butir Tramadol dan Eximer
Jumat, 21 Agustus 2026 | 19:36
Polisi mengamankan seorang pria berinisial CF, 25, yang diduga menjual obat keras daftar G di kawasan Dadap, Kecamatan Kosambi, Kabupaten Tangerang.
TANGERANGNEWS.com-NIZ, bocah berusia delapan tahun tewas akibat sesak nafas dalam insiden kebakaran yang terjadi di Jalan H. Sipin RT 05, RW 04, Karang Timur, Karang Tengah, Kota Tangerang.
Kapolsek Ciledug Kompol Wisnu membenarkan adanya bocah tewas dalam kebakaran yang terjadi pada Kamis (22/4/2021) sore tersebut.
"Benar," ujarnya saat dikonfirmasi TangerangNews, Jumat (23/4/2021).
Wisnu menjelaskan, korban tewas tidak mengalami luka bakar, tetapi meninggal dalam perjalanan menuju rumah sakit akibat sesak nafas.
"Diduga meninggal karena menghirup CO2. Tidak ada luka bakar di yang bersangkutan," katanya.
Adapun insiden kebakaran terjadi dari di rumah Novida. Berdasarkan informasi yang dihimpun, tetangga sempat mendengar suara ledakan disertai teriakan dari dalam rumah korban.
Dalam rumah itu terdapat tiga orang, yakni Novita dan kedua anaknya, MH dan NIZ.
Mereka dievakuasi setelah terjebak dalam kebakaran yang diduga akibat korsleting listrik.
Akibat kebakaran itu, korban Novida mengalami luka bakar pada kaki dan dada.
Sedangkan MH, 7 tahun, luka bakar di paha dan tangan. Mereka kini masih menjalani perawatan di RS Sari Asih Ciledug.
Kebakaran berhasil dipadamkan petugas Pemadam Kebakaran sehingga tak menyebar ke bangunan lainnya.
Satreskrim Polsek Ciledug menyelidiki dan memeriksa lokasi untuk mengetahui penyebab pasti kebakaran. (RED/RAC)
Polisi mengamankan seorang pria berinisial CF, 25, yang diduga menjual obat keras daftar G di kawasan Dadap, Kecamatan Kosambi, Kabupaten Tangerang.
TODAY TAGBaterai menjadi salah satu benda yang digunakan dalam berbagai aktivitas sehari-hari. Mulai dari remote, jam, mouse, senter hingga mainan, berbagai perangkat membutuhkan baterai agar dapat berfungsi.
Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews