Netizen Keluhkan Parkir Liar Getok Harga di Kawasan Kuliner Laksa Tangerang
Jumat, 2 Oktober 2026 | 13:45
Kawasan Kuliner Laksa di Jalan Moh. Yamin, Kota Tangerang mendadak jadi sorotan publik setelah keluhan soal parkir liar viral di media sosial.
TANGERANGNEWS.com-NIZ, bocah berusia delapan tahun tewas akibat sesak nafas dalam insiden kebakaran yang terjadi di Jalan H. Sipin RT 05, RW 04, Karang Timur, Karang Tengah, Kota Tangerang.
Kapolsek Ciledug Kompol Wisnu membenarkan adanya bocah tewas dalam kebakaran yang terjadi pada Kamis (22/4/2021) sore tersebut.
"Benar," ujarnya saat dikonfirmasi TangerangNews, Jumat (23/4/2021).
Wisnu menjelaskan, korban tewas tidak mengalami luka bakar, tetapi meninggal dalam perjalanan menuju rumah sakit akibat sesak nafas.
"Diduga meninggal karena menghirup CO2. Tidak ada luka bakar di yang bersangkutan," katanya.
Adapun insiden kebakaran terjadi dari di rumah Novida. Berdasarkan informasi yang dihimpun, tetangga sempat mendengar suara ledakan disertai teriakan dari dalam rumah korban.
Dalam rumah itu terdapat tiga orang, yakni Novita dan kedua anaknya, MH dan NIZ.
Mereka dievakuasi setelah terjebak dalam kebakaran yang diduga akibat korsleting listrik.
Akibat kebakaran itu, korban Novida mengalami luka bakar pada kaki dan dada.
Sedangkan MH, 7 tahun, luka bakar di paha dan tangan. Mereka kini masih menjalani perawatan di RS Sari Asih Ciledug.
Kebakaran berhasil dipadamkan petugas Pemadam Kebakaran sehingga tak menyebar ke bangunan lainnya.
Satreskrim Polsek Ciledug menyelidiki dan memeriksa lokasi untuk mengetahui penyebab pasti kebakaran. (RED/RAC)
Kawasan Kuliner Laksa di Jalan Moh. Yamin, Kota Tangerang mendadak jadi sorotan publik setelah keluhan soal parkir liar viral di media sosial.
TODAY TAGPemerintah Kota Tangerang Selatan (Pemkot Tangsel) memberikan klarifikasi resmi terkait langkah Mukroni yang memilih melepaskan jabatannya sebagai Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora).
Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews