Tak Maksimal Sumbang PAD, Wisata Kabupaten Tangerang Terkendala Regulasi dan Lahan
Selasa, 6 Oktober 2026 | 19:40
Potensi pariwisata di Kabupaten Tangerang belum memberikan kontribusi maksimal terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).
TANGERANGNEWS.com-Peristiwa heboh terjadi di lobi apartemen Great Western Tangerang. Seorang bule tanpa busana mengamuk serta bentak-bentak aparat Kepolisian dengan kata kasar.
Hal itu diketahui dari tayangkan video yang viral di media sosial. Nama sang bule diketahui Azwad asal Maroko. Dirinya tampak mabuk saat bertemu tim Elang Cisadane dari Polres Metro Tangerang.
Bahkan dia tak mengindahkan meski sudah diminta berkali-kali agar menurunkan nada bicara dan agar beretika. "Gue enggak ada urusan mau komandan mau apa, gue enggak ngomong sama elu, gue ngomong sama dia," kata Azwad ketika diminta menjaga etika oleh salah seorang aparat Kepolisian yang disebut sebagai komandan Tim Elang Cisadane.
Menurut dia, dirinya hanya sedang mabuk. Tiba-tiba bule ini dipukul oleh petugas keamanan apartemen. Namun, pihak apartemen membantah, menurut pihak apartemen bule ini sudah menganggu tamu lain. Ketika diperingati agar tidak membuat gaduh, justru malah menendang tempat sampah, hingga akhirnya terjadi keributan dengan sekuriti.
Bule tersebut meminta agar para sekuriti pun dipanggil pihak Kepolisian. "Mereka itu semua panggil, mereka germo semua, " kata Azwad.
"Kan ada CCTV bos, sekarang dia ditahan. Gue juga ditahan, saling lapor saja," teriaknya.
Azwad pun akhirnya diminta untuk mengenakan pakaian. "Kami tetap menggunakan cara-cara kekeluargaan. Namun, bule itu tetap menggunakan nada yang cukup tinggi," kata aparat.
Azwad sepertinya sudah lama tinggal di apartemen tersebut. Dia menyebut sejak 2008, sekuriti apartemen selalu menawarkan wanita atau menjadi germo.
Namun, polisi akhirnya tidak tahan dengan perilaku Azwad yang terus berteriak bahkan ingin kembali adu jotos dengan sekuriti. "Kami selesaikan di kantor saja," kata anggota polisi yang menghadapi bule tersebut.
Azwad pada akhirnya dibawa dengan menggunakan mobil. Namun, dia tetap berteriak. " Saya bukan teroris," katanya. (RED/RAC)
View this post on Instagram
Potensi pariwisata di Kabupaten Tangerang belum memberikan kontribusi maksimal terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).
TODAY TAGOrang tua mana yang tidak hancur hatinya, ketika melihat anaknya tersakiti? Terlebih jika peristiwa menyakitkan itu terjadi di lingkungan sekolah, tempat yang semestinya menjadi ruang aman bagi anak untuk belajar, bertumbuh
Sebanyak 16 lokasi di Banten masih dalam proses pembangunan jaringan listrik perdesaan. PLN UID Banten menargetkan seluruh jaringan tersebut dapat selesai dan mulai menyala pada akhir Desember 2026.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews