Connect With Us

Nyi Raden Nitya Kepala Puskesmas Sangiang Tangerang Meninggal

Achmad Irfan Fauzi | Sabtu, 24 Juli 2021 | 18:43

Satu unit mobil ambulance yang mengantarkan jenazah Kepala Puskesmas Sangiang, Kota Tangerang drg. Nyi Raden Nitya Meyeranti Brata Direja, Sabtu 24 Juli 2021 pukul 07.00 Wib. (@TangerangNews / Achmad Irfan Fauzi )

TANGERANGNEWS.com-Kepala Puskesmas Sangiang, Kota Tangerang drg. Nyi Raden Nitya Meyeranti Brata Direja meninggal dunia di RSUD Kota Tangerang pada Sabtu 24 Juli 2021 pukul 07.00 Wib.

Dia meninggal setelah menjalani perawatan selama 19 hari, sejak tanggal 6 hingga 24 Juli 2021. Seperti diketahui, RSUD Kota Tangerang saat ini dijadikan rumah sakit khusus pasien COVID-19.

Wali Kota Tangerang Arief R Wismansyah turut berbelasungkawa atas meninggalnya drg Nitya. 

Merurutnya, beliau adalah seorang dokter yang mengelola Puskesmas untuk pelayanan kepada seluruh masyarakat terlebih dalam masa pandemi COVID-19.

"Saya atas nama pribadi, keluarga dan seluruh jajaran Pemerintah Kota Tangerang serta masyarakat Kota Tangerang menyampaikan turut berduka cita yang sedalam dalamnya bagi keluarga yang ditinggalkannya," ujarnya saat melepas jenazah di RSUD Kota Tangerang yang akan dimakamkan di TPU Selapajang Kota Tangerang.

"Selama pengabdiannya, beliau telah mewakafkan dirinya bagi kota ini, bagi bangsa Indonesia terutama untuk masyarakat Kota Tangerang," imbuh Arief.

Arief mengungkapkan, dedikasi yang diberikan drg Nitya bahkan tidak hanya didalam pekerjaannya sebagai kepala puskesmas, tapi beliau mengabdikan dirinya kepada masyarakat sebagai ketua RT dilingkungannya.

"Beliau adalah seorang panutan bagi kita semua. Jiwa raganya telah diwakafkan untuk masyarakat Kota Tangerang, dan tentu pada kesempatan ini kita doakan semoga beliau husnul khotimah diampuni dosa dan segala khilafnya," ucap Arief.

Arief mengucapkan, terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh keluarganya atas segala dedikasi pengabdiannya. 

Juga meminta kepada seluruh jajaran Pemerintah Kota Tangerang serta masyarakat Kota Tangerang untuk mendoakan beliau, agar beliau ditempatkan disisi terbaik Allah SWT.

"Mudah-mudahan keluarga yang ditinggalkan senantiasa diberikan kesabaran dan semoga kita juga senantiasa diberikan kekuatan dalam menghadapi pandemi COVID-19 ini, “ terangnya.

OPINI
Cara Islam Memberantas Korupsi

Cara Islam Memberantas Korupsi

Senin, 27 Juli 2026 | 20:32

Kasus megakorupsi yang merugikan negara terus terjadi, seolah tidak memiliki solusi yang pas, walaupun telah dibentuk lembaga untuk memberantas kasus korupsi ini, yaitu KPK. Namun kasus korupsi terus berulang dengan nilai yang sangat fantastis.

BANDARA
Bea Cukai Bandara Soetta Gerebek Lab Etomidate di Perumahan Mewah PIK, 1 WNA Singapura Ditangkap

Bea Cukai Bandara Soetta Gerebek Lab Etomidate di Perumahan Mewah PIK, 1 WNA Singapura Ditangkap

Senin, 20 Juli 2026 | 13:49

Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Soekarno-Hatta (Soetta) bersama Polresta Bandara Soetta membongkar jaringan laboratorium gelap (clandestine lab) atau industri rumahan peracikan cairan etomidate.

KAB. TANGERANG
Tahanan Kasus Pencabulan Tangerang Gandir di RS Polri, IPW Soroti Dugaan Kelalaian Pengawasan

Tahanan Kasus Pencabulan Tangerang Gandir di RS Polri, IPW Soroti Dugaan Kelalaian Pengawasan

Rabu, 29 Juli 2026 | 19:39

Seorang tahanan Polresta Tangerang berinsial SW, 49, tewas setelah nekat gantung diri di Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, pada Minggu ‎26 Juli 2026, lalu.

MANCANEGARA
Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Selasa, 14 Juli 2026 | 13:48

Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill